Update Wawasan Sawit 2026, Simposium HASI Hadirkan Praktisi Senior Indonesia dan Malaysia

Sejumlah pimpinan perusahaan sawit dua negara menjadwalkan pembahasan mekanisasi dan digitalisasi kebun di Jakarta. Agenda utama mencakup pembaruan metode budidaya serta integrasi teknologi terbaru untuk mengoptimalkan operasional perkebunan kelapa sawit secara efektif.

BERITA HAI SAWIT EVENT

Arsad Ddin

8 Januari 2026
Bagikan :


Jakarta, HaiSawit – Sejumlah praktisi senior dari perusahaan besar Indonesia dan Malaysia siap memaparkan inovasi perkebunan dalam Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, April mendatang.

Forum internasional ini menjadi ajang pembaruan Best Management Practice (BMP) guna memacu produktivitas serta memperkuat ketahanan energi. Para ahli dijadwalkan berbagi pengalaman teknis yang relevan dengan tantangan operasional perkebunan kelapa sawit terkini.

Beberapa agenda utama simposium ini meliputi pembahasan mendalam mengenai:

  • Teknik replanting di lahan datar dan berbukit untuk mendukung mekanisasi.
  • Aplikasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Smart Plantation.
  • Strategi penyelesaian masalah sosial, plasma, serta aspek hukum lahan.

Sesi pertama akan mengupas teknik penanaman ulang oleh CEO Upstream Malaysia SD Guthrie Berhad dan perwakilan PT Socfin Indonesia. Materi ini fokus pada penyesuaian infrastruktur kebun untuk mempermudah penggunaan mesin di masa depan.

Inovasi Digital dan Mekanisasi

Teknologi digital menjadi fokus bahasan melalui pemaparan penggunaan drone untuk pemupukan dan sistem keamanan. Praktisi dari Wilmar Group serta PT Kodeco Agrojaya Mandiri akan mendemonstrasikan efektivitas pemantauan udara pada area perkebunan.

Selain itu, ahli dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) dan PT Astra Agro Lestari Tbk membedah integrasi Global Positioning System (GPS). Teknologi satelit ini sangat membantu dalam pemetaan serta pengawasan aktivitas operasional secara akurat.

Sesi perlindungan tanaman menghadirkan pakar dari Asian Agri Group dan FGV Holding Berhad. Fokus utamanya adalah pengendalian hama penyakit menggunakan teknologi riset terbaru guna meminimalkan kerugian produksi akibat serangan patogen.

Metode panen dan transportasi pada topografi sulit turut dibahas oleh direktur dari PT Tolan Tiga Indonesia dan Cargill. Teknik ini sangat krusial bagi perusahaan yang memiliki luasan lahan di area perbukitan dan pegunungan.

Jadwal dan Biaya Registrasi

Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) bersama Hai Sawit Indonesia (HSI) menyelenggarakan acara selama dua hari, yakni 22–23 April 2026. Kegiatan ini mencakup seminar, pameran teknologi, hingga sesi jejaring profesional pada malam gala dinner.

Pihak panitia telah menetapkan skema biaya pendaftaran bagi calon peserta sebagai berikut:

  • Early Bird: Rp 1.850.000 (1–31 Desember 2025).
  • Regular: Rp 2.750.000 (1 Januari – 28 Februari 2026).
  • Late: Rp 3.500.000 (1 Maret – 20 April 2026).

Calon peserta dapat melakukan registrasi melalui kontak resmi penyelenggara guna mendapatkan pembaruan wawasan dari para ahli. Forum ini membatasi jumlah kursi untuk menjaga kenyamanan interaksi antarpeserta dan pembicara selama sesi diskusi berlangsung.

Simposium ini berakhir dengan perumusan rekomendasi strategis bagi kemajuan industri kelapa sawit nasional dan global. Seluruh hasil pertemuan akan didokumentasikan sebagai panduan praktik terbaik bagi para pelaku usaha di sektor perkebunan.***


Bagikan :

Artikel Lainnya