Stagnasi Harga TBS di Kabupaten Bangka pada Penutupan 26 Januari 2026

Harga Tandan Buah Segar kelapa sawit petani mandiri di Kabupaten Bangka terpantau stabil pada penutupan 26 Januari 2026. Dinas Pangan dan Pertanian setempat mencatat seluruh pabrik tidak mengubah ketetapan harga beli komoditas.

BERITA

Arsad Ddin

28 Januari 2026
Bagikan :


Tumpukan hasil panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit (Foto: rri.co.id)

Jakarta, HAISAWIT – Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka mencatat harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani mandiri berada pada posisi stabil tanpa perubahan signifikan pada Senin (26/01/2026).

Kondisi stagnasi ini terjadi merata di seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah tersebut, meskipun setiap perusahaan memiliki standar harga beli yang bervariasi sesuai kebijakan internal.

Kepala Bidang Perkebunan Dinpanpertan Kabupaten Bangka, Subhan, memberikan penjelasan mengenai situasi terkini pergerakan harga jual komoditas unggulan masyarakat tersebut kepada awak media setelah melakukan pemantauan rutin di lapangan.

“Hari ini seluruh PKS di Bangka tidak mengalami kenaikan maupun penurunan harga,” ujar Subhan, dikutip dari rri.co.id, Selasa (27/01/2026).

Subhan menambahkan bahwa otoritas terkait tetap melakukan pengawasan terhadap fluktuasi harga di tingkat pabrik agar para pekebun non kemitraan mendapatkan kepastian nilai jual atas hasil panen kebun sawit.

“Kami akan terus melakukan update harga TBS petani mandiri di pabrik kelapa sawit,” ungkapnya saat menjelaskan komitmen instansi dalam menyajikan data harga komoditas kepada publik secara berkala.

Berdasarkan rincian data terbaru, harga beli tertinggi saat ini masih didominasi oleh PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) Puding Besar yang mematok angka sebesar Rp3.160 per kilogram.

Rincian harga pada beberapa pabrik lainnya adalah sebagai berikut:

  • PT Gemilang Cahaya Mentari (GCM) Tiang Tarah Rp3.080 per kilogram.
  • PT Gunung Pelawan Lestari (GPL) Mapur Rp3.070 per kilogram.
  • PT Putra Bangka Mandiri (PBM) Cengkong Abang Rp3.000 per kilogram.

Sementara itu, seora*ng petani lokal bernama Wawan turut memberikan tanggapan mengenai dampak stabilitas harga terhadap pemenuhan kebutuhan logistik rumah tangga di tengah kondisi pasar yang dinamis.

“Stabil untuk harga TBS sekarang, alhamdulillah bisa untuk menopang perekonomian keluarga dari hasil kebun sawit,” ujarnya saat ditemui untuk memberikan keterangan mengenai situasi pendapatan para pekebun mandiri.

Data grafik perkembangan menunjukkan harga rata-rata TBS di Kabupaten Bangka sempat merangkak naik dari posisi Rp2.949 pada pertengahan Januari hingga akhirnya menetap stabil pada level Rp3.018 per kilogram.

PT Gunung Maras Lestari (GML) Mabat menetapkan harga Rp2.805, sementara PT Mitra Agro Sembada (MAS) Labu berada pada angka Rp2.990 dan PT Fenyen Agro Lestari (FAL) sebesar Rp2.970.***

Bagikan :

Artikel Lainnya