
Ilustrasi Seorang Remaja Sedang Memegang Brondolan Sawit - HaiSawit
Tangerang Selatan, HAISAWIT – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengoptimalkan riset material Metal-Organic Frameworks (MOF) untuk mengonversi minyak kelapa sawit mentah menjadi diesel terbarukan guna menekan emisi gas rumah kaca.
Langkah ini menyasar sektor transportasi yang menyumbang konsumsi energi nasional hingga 44 persen. Pemerintah menargetkan penurunan emisi sebesar 30 persen pada 2030 serta pencapaian Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.
Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN, Ratno Nuryadi memberikan dukungan penuh bagi para periset dalam melakukan pengembangan riset material MOF untuk mendukung percepatan program transisi energi tersebut.
“BRIN mendorong inovasi material melalui pengembangan riset Metal-Organic Frameworks (MOF) untuk mendukung teknologi kesehatan dan mempercepat transisi energi berkelanjutan,” ujar Ratno Nuryadi, dikutip dari laman BRIN, Rabu (14/01/2026).
Inovasi Katalis Energi
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kimia Molekuler (PRKM) BRIN, Sudiyarmanto menjelaskan riset pengembangan material berbasis MOF untuk konversi minyak nabati menjadi biohidrokarbon setara diesel dalam sebuah forum ilmiah daring.
Riset tersebut berfokus pada pengembangan material hibrida berbasis MOF sebagai katalis energi. Inovasi ini memproses crude palm oil (CPO) secara efektif guna mendukung ketersediaan bahan bakar nabati yang lebih ramah lingkungan.
Sudiyarmanto memaparkan bahwa peningkatan emisi gas rumah kaca di Indonesia mencapai 600 juta ton CO₂e pada 2019. Penggunaan bahan bakar diesel fosil pada sektor transportasi masih mendominasi kebutuhan energi nasional saat ini.
Program transisi energi melalui pengembangan bioenergy menjadi prioritas utama pemerintah. Pengembangan tersebut mencakup berbagai jenis bahan bakar terbarukan seperti bioetanol, biogas, hingga renewable diesel yang berasal dari komoditas kelapa sawit.
Potensi Material MOF
Selain sektor energi, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Polimer (PRTP) BRIN, Efwita Astria menyebutkan material MOF memiliki struktur berpori khas yang sangat ideal untuk dimanfaatkan sebagai sistem penghantaran obat.
- Luas Permukaan: Memiliki kapasitas besar untuk aplikasi biomedis.
- Biokompatibilitas: Integrasi biomolekul meningkatkan efektivitas terapi kesehatan.
- Fleksibilitas: Ukuran pori dapat diatur sesuai dengan kebutuhan aplikasi teknis.
Material MOF biokomposit berbasis seng, besi, dan aluminium dinilai mampu meningkatkan efektivitas terapi biomedis. Inovasi material hibrida ini membuka peluang besar bagi kemajuan teknologi kesehatan dan kedaulatan energi di Indonesia.
Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN mengembangkan riset bertajuk “Modulation of Metal-Organic Frameworks (MOFs) for the Tunable Release of Carbohydrate-based Therapeutics”. Penelitian ini membuktikan sifat multifungsional MOF pada berbagai bidang industri strategis.***