
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Bupati Agam Andri Warman pada kegiatan panen perdana sawit Koperasi Tompek Tapian Kandis di Nagari Salareh Aia Barat, Kabupaten Agam, Jumat (14/11/25). (Foto: Dok. Diskominfo Agam)
Agam, HAI SAWIT – Koperasi Perkebunan Sawit Tompek Tapian Kandis memulai panen perdana sawit di Nagari Salareh Aia Barat, Kabupaten Agam, sebagai bagian dari kolaborasi antara petani, koperasi, dan PT AMP dalam pengelolaan kebun plasma.
Kegiatan panen sawit ini dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Bupati Agam Benni Warlis, yang datang untuk melihat langsung pelaksanaan produksi awal kebun plasma di wilayah tersebut, Kamis (13/11/2025).
Pada kesempatan itu, Bupati Agam menyampaikan ajakan kepada petani sawit untuk mempercepat replanting sebagai upaya menjaga produktivitas kebun dan kesinambungan hasil di masa mendatang.
“Bibit yang kita tanam hari ini, tiga tahun lagi sudah bisa dipanen. Jangan menunggu, kerjakan sekarang. Selain sawit, petani juga bisa tumpang sari dengan jagung bisa tujuh kali panen sambil sawit tumbuh subur," ujar Benni Warlis, dikutip dari laman Pemkab Agam, Sabtu (15/11/2025).
Ia menambahkan bahwa sebagian lahan plasma di Agam telah memasuki masa panen. Menurutnya, hasil tersebut merupakan bagian dari kerja bersama antara petani, koperasi, dan perusahaan mitra.
“Hari ini 500 hektare sudah bisa dipanen. Ini bukti nyata bahwa kerja keras bersama menghasilkan manfaat nyata,” katanya.
Menurutnya pengelolaan sawit oleh koperasi perlu berjalan secara profesional agar hasil kebun dapat memberi dampak optimal bagi petani dan keberlanjutan pengelolaannya.
“Kita tidak hanya menanam sawit, tapi juga menanam semangat kemandirian. Sawitnya tumbuh, jagungnya panen, ternaknya berkembang, dan masyarakatnya sejahtera,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengapresiasi pelaksanaan panen perdana sawit oleh Koperasi Tompek Tapian Kandis. Ia menilai kemitraan yang dijalankan bersama PT AMP memberi kontribusi positif terhadap perkembangan kebun sawit plasma di Agam.
“Koperasi dan PT AMP telah menunjukkan kerja sama yang baik. Terima kasih atas perhatian dan dukungan kepada masyarakat sekitar. PT AMP telah menjalankan kewajiban terhadap plasma dengan baik, bahkan berkontribusi pada pendidikan dan peningkatan SDM,” ungkap Mahyeldi.
Gubernur juga memberikan pandangan mengenai pola kerja sama yang dijalankan koperasi dan perusahaan dalam pengembangan sawit di Agam, termasuk dampaknya terhadap petani.
“Inilah model kemitraan yang ideal perusahaan maju, masyarakat sejahtera,” ujarnya.
Panen perdana sawit di Salareh Aia Barat menjadi bagian dari rangkaian pengelolaan kebun plasma di Kabupaten Agam yang melibatkan petani, koperasi, serta perusahaan mitra dalam pengembangan komoditas sawit di Sumatera Barat.***