Mahasiswa Universitas Labuhanbatu Ajarkan Desa Bandar Kumbul Ubah Pelepah Sawit Jadi Pupuk Organik

Mahasiswa Universitas Labuhanbatu ajarkan warga Desa Bandar Kumbul mengubah pelepah sawit menjadi pupuk organik melalui pelatihan praktik langsung, sekaligus mendukung pengembangan UMKM dan teknologi digital untuk pengelolaan pertanian lokal.

BERITA

Arsad Ddin

10 November 2025
Bagikan :

Mahasiswa KKN-PMM Universitas Labuhanbatu praktikkan pembuatan pupuk organik dari limbah sawit bersama warga Desa Bandar Kumbul, Minggu (02/11/25). (Foto: ULB)

Labuhanbatu, HAI SAWIT – Mahasiswa Universitas Labuhanbatu menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar pelepah sawit di Desa Bandar Kumbul, Kecamatan Bilah, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Novilda Elizabeth Mustamu, S.P., M.Si., sebagai narasumber utama yang memandu warga dalam proses pengolahan pelepah sawit menjadi pupuk organik bernilai ekonomi tinggi.

Dilansir laman ULB, Senin (10/11/2025), kegiatan ini melibatkan 22 mahasiswa KKN-PMM dari lima program studi, dengan dukungan pendanaan Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2025 dari Kemendiktisaintek.

Prof. Novilda menjelaskan secara rinci tahap pembuatan pupuk organik menggunakan mesin chopper dan komposter.

“Pemanfaatan limbah pelepah sawit menjadi pupuk organik bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa,” ujar Prof. Novilda dalam sesi materi.

Pelatihan dilaksanakan dengan praktik langsung, mencakup pencacahan bahan baku, fermentasi, hingga pengemasan pupuk organik. Peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai teknik pengolahan.

Selain pelatihan pupuk organik, kegiatan ini mencakup pelatihan UMKM, digital marketing melalui aplikasi Canva, dan pembuatan web desa untuk mendukung promosi hasil pertanian dan pengembangan desa digital.

Kepala Desa Bandar Kumbul, Ketua BPD, Camat Bilah Barat, serta perwakilan kelompok tani ikut hadir dan memberikan dukungan terhadap program pengembangan pupuk organik dan UMKM.

Acara ditutup dengan penyerahan empat unit mesin produksi pupuk kepada warga, meliputi mesin chopper, mesin penepung, mesin vacuum sealer, dan mesin granule.

Inisiatif ini mendorong pengelolaan limbah sawit menjadi pupuk organik sekaligus menciptakan potensi ekonomi lokal melalui penerapan teknologi sederhana yang ramah lingkungan.

Program pelatihan pupuk organik dari pelepah sawit di Desa Bandar Kumbul menjadi salah satu contoh sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya pertanian lokal.***

Bagikan :

Artikel Lainnya