
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim pimpin Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan di Command Center Kantor Bupati Luwu Utara, Rabu (5/11/2025). (Foto: Dok. Diskominfo Luwu Utar)
Luwu Utara, HAI SAWIT – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama PTPN tengah merencanakan pembangunan pabrik CPO dan minyak goreng di wilayah setempat. Rencana ini diusulkan untuk mendukung percepatan hilirisasi sawit dan investasi industri lokal.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyebut bahwa kawasan inti pabrik direncanakan menempati 5 ribu ha. Lokasi industri ini masih dikaji agar selaras dengan tata ruang wilayah atau RTRW yang berlaku di daerah.
“Kita harus pastikan kawasan industri yang dibangun sesuai regulasi. Jangan sampai berbenturan. Kalau perlu, kita revisi RTRW agar bisa menampung investasi besar ini,” ujar Bupati, seperti dilansir dari laman Diskominfo Luwu Utara, Senin (10/11/2025).
Rencana pembangunan pabrik CPO dan minyak goreng PTPN di Luwu Utara bertujuan memperkuat kapasitas industri hilir sawit. Proyek ini diharapkan membuka peluang investasi dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Selain itu, Pemkab Luwu Utara menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia. Generasi muda petani perlu dipersiapkan agar mampu mengelola perkebunan modern dan industri hilir sawit secara profesional.
“Kita harus siapkan petani milenial. Anak muda harus terlibat agar program ini berkelanjutan. Rencananya, lima orang perwakilan petani akan dikirim ke Riau untuk belajar pola pengelolaan plasma perkebunan,” kata Bupati.
Rencana pembangunan ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi yang menggabungkan investasi swasta dan dukungan pemerintah daerah. Luwu Utara menargetkan pengembangan lahan perkebunan untuk mendukung produksi CPO dan minyak goreng berkualitas.
Menurut Bupati, langkah ini juga akan menciptakan efek ekonomi yang luas bagi masyarakat lokal, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat sektor industri hilir di Luwu Utara.
“Kita harus wujudkan target ini. Polanya ada dua, dari kementerian dan dari investasi. Kekurangannya akan kita tawarkan kepada investor yang potensial,” ucap Bupati Andi Abdullah Rahim.
Potensi ekonomi sawit di Luwu Utara diperkirakan dapat mencapai triliunan rupiah dalam beberapa tahun jika rencana ini berjalan. Pembangunan pabrik di atas lahan 10 ribu ha ini juga akan mendorong hilirisasi dan pengembangan sektor perkebunan.
Selain aspek investasi dan infrastruktur, rencana pabrik CPO PTPN di Luwu Utara juga mempertimbangkan penataan kawasan, perizinan lingkungan, dan koordinasi dengan berbagai pihak. Kajian lokasi masih dilakukan sebelum pelaksanaan dimulai.***