1.500 Peserta dari Berbagai Negara Siap Hadiri Konferensi Sawit IPOC 2025 di Bali

Sebanyak 1.500 peserta dari berbagai negara dijadwalkan menghadiri konferensi sawit terbesar di Asia, Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025, yang digelar GAPKI di Bali. Forum ini akan membahas tata kelola, kebijakan biofuel, dan arah perdagangan global minyak nabati.

BERITA

Arsad Ddin

1 November 2025
Bagikan :

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) akan menggelar The 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2026 Price Outlook di Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, pada 12–14 November 2025 mendatang. (Foto: gapki.id)

Jakarta, HAISAWIT – Forum strategis industri sawit terbesar di Asia kembali digelar. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyiapkan pelaksanaan The 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2026 Price Outlook di Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, pada 12–14 November 2025.

IPOC 2025 menjadi ajang tahunan yang mempertemukan pelaku usaha, pembuat kebijakan, analis, dan investor dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, panitia menargetkan kehadiran lebih dari 1.500 peserta dari dalam dan luar negeri.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyampaikan bahwa penyelenggaraan IPOC 2025 merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika global industri kelapa sawit.

“IPOC merupakan forum strategis untuk membahas arah industri kelapa sawit ke depan, khususnya upaya-upaya yang dapat dilakukan para pelaku industri sawit dalam mendorong produktivitas di tengah beragam peluang dan tantangan domestik maupun global,” ujar Eddy, dikutip dari laman GAPKI, Sabtu (1/11/2025).

Mengusung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade”, konferensi ini akan membahas tata kelola, kebijakan biofuel, serta arah perdagangan global minyak nabati.

Forum ini juga akan menghadirkan pembicara nasional dan internasional ternama, di antaranya Thomas Mielke dari Oil World, Julian McGill dari Glenauk Economics, dan Dorab Mistry dari Godrej International Ltd.

Selain itu, Ryan Chen dari Cargill Investments, China, serta Satia Varqa dari FastMarkets dijadwalkan memberikan pandangan terkait tren pasar dan strategi menghadapi tantangan ekonomi global.

Pemerintah Indonesia juga turut berpartisipasi melalui kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Mereka akan membahas peta jalan industri sawit menuju target Indonesia Emas 2045, termasuk isu strategis seperti kebijakan tarif Presiden Donald Trump dan implementasi EU Deforestation Regulation (EUDR) yang berpengaruh pada perdagangan global.

Ketua Panitia IPOC 2025, Mona Surya, menambahkan bahwa acara ini juga menampilkan pameran teknologi, produk, dan inovasi terkini dari sektor hulu hingga hilir industri sawit nasional.

“Seluruh rancangan penyelenggaraan IPOC ini diharapkan menjadi masukan penting bagi para pelaku industri sawit nasional,” kata Mona.

IPOC 2025 disebut bukan sekadar konferensi, melainkan wadah kolaborasi strategis untuk memperkuat posisi industri sawit Indonesia di pasar global dan menjalin kemitraan jangka panjang antarpelaku usaha dunia.***

Bagikan :

Artikel Lainnya