Evita H. Legowo Ajak Mahasiswa Poltek CWE Jadikan Sawit Investasi SDM untuk Indonesia Emas 2045

Dalam kuliah umum mahasiswa baru di Poltek CWE, Bekasi, Ketua Dewan Pengawas BPDP, Evita H. Legowo menjelaskan bahwa masa depan sawit sangat bergantung pada peran generasi muda. Sawit dipandang bukan sekadar komoditas, melainkan investasi strategis untuk membentuk pemimpin, peneliti, hingga pengusaha menuju Indonesia Emas 2045.

BERITA

Arsad Ddin

6 Oktober 2025
Bagikan :

Ketua Dewan Pengawas BPDP, Dr.-Ing. Evita H. Legowo, menyampaikan kuliah umum bertema “Sawit untuk Negeri: Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045” di Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Bekasi, Kamis (2/10/2025). (Foto: BPDP)

Bekasi, HAISAWIT – Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dr.-Ing. Evita H. Legowo, menghadiri kuliah umum mahasiswa baru Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek CWE). Acara ini mengangkat tema “Sawit untuk Negeri: Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam kesempatan itu, Evita menyampaikan peran penting sawit yang tak hanya menjadi penopang ekonomi, tetapi juga bagian dari agenda transisi energi bersih. Ia menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang harus dijaga keberlanjutannya.

“Sawit adalah minyak nabati dengan produktivitas tertinggi. Bahkan Uni Eropa pun mengakui keunggulan sawit Indonesia,” ujar Evita, dikutip dari laman BPDP, Senin (6/10/2025).

Evita kemudian menyoroti masalah produktivitas kebun rakyat yang masih jauh dari potensi optimal. Saat ini rata-rata hanya 3,5 ton CPO per hektare per tahun, padahal bisa mencapai 6 sampai 8 ton jika dikelola dengan baik.

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam memperbaiki tata kelola perkebunan sawit. Program beasiswa yang dijalankan BPDP sejak 2016 telah menghasilkan ribuan lulusan yang kini bekerja di berbagai sektor industri sawit.

“Kami ingin generasi sawit tidak hanya menjadi pekerja, tapi juga pemimpin, peneliti, bahkan pengusaha,” ucap Evita dalam kuliah umum tersebut.

Selain pendidikan formal, BPDP juga memperluas pelatihan vokasi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri modern. Materinya meliputi teknis panen, pascapanen, standar ISPO, hingga kewirausahaan yang dapat membekali generasi baru sawit dengan keterampilan praktis.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, yang turut hadir, menegaskan bahwa regenerasi SDM harus berjalan seiring dengan peremajaan tanaman sawit. Ia menekankan pentingnya peran anak muda untuk membawa inovasi di kebun dan industri hilir.

Alfansyah juga menyinggung mandat baru BPDP yang kini diperluas tidak hanya untuk sawit, tetapi juga mencakup kelapa dan kakao. Menurutnya, hal ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai produsen utama komoditas tropis dunia.

Direktur Poltek CWE, Nugroho Kristono, menambahkan bahwa pendidikan di kampus ini dirancang untuk membentuk generasi baru pemimpin sawit. Ia menilai mahasiswa saat ini tengah dipersiapkan agar mampu menjawab tantangan industri dalam dua dekade mendatang.

Sejalan dengan itu, sejumlah alumni Poltek CWE telah mengembangkan koperasi, memanfaatkan program peremajaan sawit rakyat, serta mengelola usaha pengolahan dalam skala kecil. Fakta tersebut menunjukkan hasil nyata dari pendidikan dan pelatihan yang sedang diperkuat di lembaga ini.***

Bagikan :

Artikel Lainnya