Direktur Kelapa Sawit Dan Aneka Palma Ajak Mahasiswa Baru Instiper Tingkatkan Produktivitas Kelapa Sawit Indonesia

Pada kunjungannya di acara OKKABUN, Ir. Baginda Siagian, M.Si. menyambut positif kegiatan Orientasi Kenal Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN) bagi mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta sebagai upaya mengenalkan bidang yang akan ditapaki selama menjalankan perkuliahan sebagai bekal untuk terjun di dunia kerja.

BERITA

Sahnia Mellynia

10 September 2025
Bagikan :

Yogyakarta, HAISAWIT - Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, Ir. Baginda Siagian, M.Si, menyambut mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta TA 2025/2026. Ir. Baginda Siagian, M.Si. berkesempatan menyampaikan sambutan pada acara kuliah umum pembukaan tahun ajaran 2025/2026 pada 2 September 2025 secara daring dan dapat meninjau dan memberikan arahan langsung pada mahasiswa baru pada acara OKKABUN 2025 di SEAT Ungaran pada 8 September 2025.

Ir. Baginda Siagian, M.Si. menyapa 840 orang mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta. Di antara 840 orang mahasiswa baru tersebut sebanyak 150 mahasiswa jenjang Sarjana (S1) merupakan penerima Beasiswa SDM PKS dari Ditjen Perkebunan dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Dalam sambutannya yang dilakukan secara daring, Ir. Baginda Siagian, M.Si menyampaikan “Selamat bagi mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta karena diterima di perguruan tinggi di bidang perkebunan yang paling bagus di Indonesia. Pada saat ini kita semua memiliki tantangan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit terutama di perkebunan sawit rakyat. Pada saat ini produktivitas baru mencapai 3,3 ton/Ha dan masih punya peluang ditingkatkan sampai 5-6 ton/Ha. Oleh karena itu saya juga berpesan kepada para pendidik di INSTIPER untuk bisa memberikan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni sehingga mahasiswa INSTIPER nantinya dapat menjadi pejuang baru yang tangguh pada pembangunan kelapa sawit ke depan”.

Pada kunjungannya di acara OKKABUN, Ir. Baginda Siagian, M.Si. menyambut positif kegiatan Orientasi Kenal Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN) bagi mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta sebagai upaya mengenalkan bidang yang akan ditapaki selama menjalankan perkuliahan sebagai bekal untuk terjun di dunia kerja.


Ir. Baginda Siagian, M.Si. menyampaikan INSTIPER Yogyakarta merupakan lembaga pendidikan tinggi yang komplit. Mahasiswa tidak hanya disiapkan meningkatkan pengetahuan melalui perkuliahan, namun juga sudah dididik kedisiplinan sejak awal menjadi mahasiswa baru. INSTIPER juga mempersiapkan keterampilan mahasiswa melalui praktikum dan kegiatan ko-kurikuler. Hal ini menjadi penting untuk membekali mahasiswa menjadi SDM yang akan mendukung sektor perkelapasawitan Indonesia.

“Kami sangat mendukung proses pembelajaran yang ada di INSTIPER, ada intra dan ekstrakurikuler serta co-kurikuler sebagai bekal mahasiswa untuk terjun di dunia kerja baik dunia usaha maupun dunia industri. Selain itu, mahasiswa INSTIPER diharapkan tidak hanya memiliki ijazah namun juga dilengkapi dengan sertifikat kompetensi oleh BNSP. Inilah yang nantinya membedakan dengan lulusan Sarjana dari kampus-kampus lain,” ungkapnya.

 

Pada pelaksanaannya, rangkaian kegiatan OKKABUN yang dilaksanakan di SEAT Ungaran pada 6-9 September 2025 mengenalkan mahasiswa baru dengan berbagai tanaman komoditas perkebunan dan kehutanan yang ada di SEAT Ungaran. Mulai komoditas perkebunan yaitu kelapa sawit, kopi, karet, kakao, teh serta komoditas kehutanan seperti jati, jabon, dan sengon, dan juga dikenalkan komoditas hortikultura. 

Selanjutnya Ir. Baginda, M.Si., menyampaikan pihaknya bersama BPDP akan terus mengupayakan keberlanjutan program Beasiswa SDM Sawit di masa-masa mendatang untuk keberlanjutan sawit Indonesia.

“Mengingat kelapa sawit sebagai komoditas yang mampu menghasilkan devisa negara terbesar di sektor pertanian sub perkebunan. Untuk itu, SDM harus terus ditingkatkan supaya sektor kelapa sawit keberlanjutan. Siapa pelaku industri ini yaitu di antaranya kalian anak anak muda yang saat ini belajar di INSTIPER Yogyakarta,” ucapnya.

“Proses regenerasi ini sudah terjadi, salah satunya dengan program Beasiswa SDM Sawit, 15-20 tahun ke depan Indonesia emas untuk sektor kelapa sawit ada di tangan kalian. Semua itu, perlu SDM yang berintegritas, memiliki karakter supaya perkelapasawitan Indonesia tetap dipertahankan dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Bagikan :

Artikel Lainnya