Bengkulu Tengah ditetapkan sebagai Sub Wilayah Barat I dengan lahan percontohan 10 hektare. Hilirisasi sawit menjadi biofuel masuk dalam agenda program, seiring fokus pada padi, jagung, kopi, dan kelapa.
Arsad Ddin
21 September 2025Bengkulu Tengah ditetapkan sebagai Sub Wilayah Barat I dengan lahan percontohan 10 hektare. Hilirisasi sawit menjadi biofuel masuk dalam agenda program, seiring fokus pada padi, jagung, kopi, dan kelapa.
Arsad Ddin
21 September 2025
Bengkulu, HAISAWIT – Pemerintah pusat bersama DPD RI dan Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Program Senator Peduli Ketahanan Pangan. Acara berlangsung di Balai Raya Semarak Bengkulu, Rabu (18/09/2025).
Rapat koordinasi ini dihadiri Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Gubernur Bengkulu Mian, serta perwakilan Forkopimda, Bupati/Wali Kota, Sekda Provinsi, dan OPD terkait.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dalam pertemuan itu menekankan pentingnya pengembangan potensi pertanian daerah, termasuk sawit. Ia menilai hilirisasi bisa menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Bengkulu.
"Bengkulu memiliki banyak potensi, mulai dari padi, kopi, sawit, jagung dan lainnya. Dengan adanya dukungan hilirisasi, kita optimis pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat pesat," ujar Mian, dikutip dari laman Pemkab Benteng, Minggu (21/9/2025).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyampaikan arahan terkait tujuan program nasional ini. Menurutnya, pemerintah menargetkan kemandirian pangan sekaligus penguatan sektor energi berbasis hasil pertanian.
"Program ini kita jalankan untuk menyelesaikan tiga persoalan sekaligus: meningkatkan ekonomi, mengurangi pengangguran, dan memperkuat ketahanan pangan," kata Andi Amran.
Sebagai langkah implementasi, Bengkulu Tengah dipilih menjadi salah satu wilayah percontohan. Kelompok Tani Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, ditetapkan sebagai Sub Wilayah Barat I dengan lahan percontohan seluas 10 hektare.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait agar program berjalan sesuai target.
“Hari ini kita menyinergikan strategi dan rencana aksi antara DPD, Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah. Saya berharap semua program yang direncanakan bisa dieksekusi dengan cepat tanpa hambatan, demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sultan Bachtiar.
Fokus program percontohan ini mencakup pengembangan padi, jagung, kopi, kelapa, dan pembangunan irigasi. Hilirisasi sawit untuk biofuel juga dimasukkan sebagai bagian penting dari agenda ketahanan pangan nasional.
Dengan penetapan Bengkulu sebagai lokasi percontohan, pemerintah menyiapkan dukungan berupa bibit, alat mesin pertanian, serta koordinasi lintas sektor. Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi dan memperkuat basis energi berbasis sawit.***