PSR Jadi Solusi Utama Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat, Disbunnak Kalbar Catat 23.958 Hektar Sudah Diremajakan

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kalimantan Barat menunjukkan capaian signifikan dengan 23.958 hektar kebun rakyat berhasil diremajakan. Disbunnak Kalbar menilai PSR menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas, mengingat masih ada 41.459 hektar lahan tua yang menunggu peremajaan.

BERITA

Arsad Ddin

29 September 2025
Bagikan :

Peluncuran buku biografi pendiri POKSI sekaligus diskusi peremajaan sawit rakyat berlangsung dalam 5th Indonesia Palm Oil Smallholder Conference (IPOSC) di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (24/9/2025). (Foto: Dok. Disbunnak Kalbar)

Kubu Raya, HAISAWIT – Konferensi 5th Indonesia Palm Oil Smallholder Conference (IPOSC) 2025 menjadi ruang penting bagi pembahasan produktivitas sawit rakyat. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Barat menekankan program peremajaan sawit rakyat atau PSR sebagai solusi utama.

Kepala Disbunnak Kalbar, Heronimus Hero, mengungkapkan kontribusi petani swadaya terhadap luas perkebunan sawit di daerah tersebut. Ia menyebut, lebih dari sepertiga perkebunan sawit Kalbar berada di tangan petani swadaya.

“Permasalahan utama perkebunan rakyat adalah masih rendahnya produktivitas yang disebabkan antara lain banyak tanaman sudah berumur tua serta sumber benih yang tidak jelas,” ujar Hero, dikutip dari laman Disbunnak Kalbar, Senin (29/9/2025).

Disbunnak mencatat, hingga saat ini luas kebun sawit rakyat yang sudah diremajakan melalui program PSR mencapai 23.958 hektar. Sementara itu, potensi lahan tua yang masih menunggu untuk diremajakan sekitar 41.459 hektar.

Program PSR ini mendapatkan dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Setiap hektar kebun yang masuk program akan memperoleh bantuan dana hibah sebesar Rp 60 juta.

Selain peremajaan, pemerintah daerah juga membuka kesempatan bagi kelompok tani untuk mengajukan program intensifikasi maupun ekstensifikasi. Langkah ini bertujuan memperkuat daya saing petani dalam jangka panjang.

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia juga mendapat perhatian. Data Disbunnak menyebutkan, pada 2024 sebanyak 141 anak petani dari Kalbar berhasil lolos seleksi beasiswa sawit dari kuota nasional 3.000 penerima.

Jumlah penerima meningkat pada 2025, yakni 157 anak dari kuota nasional 4.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 mahasiswa menempuh pendidikan di Universitas NU Kalimantan Barat.

Konferensi IPOSC 2025 yang digelar di Kubu Raya menghadirkan berbagai organisasi petani sawit. Forum ini mempertemukan petani swadaya dengan narasumber, membahas kelembagaan, hingga strategi peningkatan produktivitas di tingkat tapak.

Acara tersebut juga menampilkan peluncuran buku biografi Ir. Gamal Nasir, pendiri Petani Kelapa Sawit Indonesia (POKSI). Buku berjudul “Mengembalikan Kejayaan Perkebunan” ini mengisahkan perjalanan tokoh yang berperan dalam membangun sektor perkebunan nasional.***

Bagikan :

Artikel Lainnya