Unhas Kembangkan Drone Pemotong dan Robot Pengumpul Brondolan untuk Inovasi Perkebunan Sawit

Universitas Hasanuddin (Unhas) tampil dengan inovasi unggulan berupa drone pemotong buah sawit dan robot pengumpul brondolan pada ajang Monev Grant Riset Sawit 2025 BPDPKS di Makassar.

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

27 Agustus 2025
Bagikan :

Universitas Hasanuddin menggelar Monitoring and Evaluation (Monev) Grant Riset Sawit 2025 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 13–15 Agustus 2025. (Foto: Dok. UnhasTV)

Makassar, HAISAWIT - LPPM Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Monitoring and Evaluation (Monev) Grant Riset Sawit 2025 BPDPKS di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 13–15 Agustus 2025.

Agenda tahunan ini memantau kemajuan penelitian penerima hibah dua tahun berjalan. Unhas menampilkan inovasi robot pengumpul brondolan dan drone pemotong sawit yang dikembangkan dosen Fakultas Teknik.

Kepala LPPM Universitas Hasanuddin, Prof dr Muh Nasrum Massi PhD SpMK, membuka kegiatan Monev Grant Riset Sawit 2025 dengan penekanan pada pentingnya implementasi hasil riset agar benar-benar memberi manfaat bagi industri kelapa sawit nasional.

“Kami mendorong agar inovasi dari para peneliti tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi diimplementasikan secara luas untuk kemajuan industri kelapa sawit nasional,” ujar Muh Nasrum, dikutip dari laman UNHAS TV, Rabu (27/8/2025).

Proyek robot dipimpin Prof Dr Ir Indrabayu ST MT MBussys IPM ASEAN Eng. Materi pemaparan mencakup latar belakang, progres teknis, validasi, dan proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual.

“Desain dan Implementasi Robot Pengumpul Brondolan Buah Sawit Berbasis Mechatronics dengan Sistem Deteksi dan Klasifikasi Kondisi Buah Berbasis Artificial Intelligence,” ujar Indrabayu.

Riset drone disajikan oleh Dr Eng Andi Amijoyo Mochtar ST MSc. Teknologi ini difokuskan pada pemotongan pelepah dan buah kelapa sawit sebagai bagian dari pengembangan produk siap guna.

“Aplikasi Drone sebagai Pemotong Pelepah dan Buah Kelapa Sawit,” ujar Andi.

Rangkaian Monev mencakup presentasi capaian, proses pendaftaran HKI, pengembangan produk, serta kunjungan lapangan. Peserta menyaksikan pengujian robot, drone, dan sistem deteksi sawit di lapangan.

“Industri kelapa sawit adalah aset besar bangsa. Penelitian harus memastikan industri ini tumbuh tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujar Nasrum.

Evaluasi juga memuat riset lain. Di antaranya rancangan lifter machine portable untuk pemuatan tandan buah segar dari Universitas Musamus Merauke dan kajian manajemen dampak ILUC di kawasan hutan oleh BRIN.

Paparan lain meliputi teknologi reaktor hidrolisis minyak sawit dari Institut Teknologi Bandung serta riset fixed wing VTOL UAV berbahan serat tandan kosong kelapa sawit oleh BRIN. Agenda ditutup dengan penyusunan berita acara hasil monev.***

Bagikan :

Artikel Lainnya