Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau menyelenggarakan Monev Penataan dan Pemberdayaan Tanah Tahun 2025. Forum ini membahas ketidaksesuaian lahan dengan tata ruang, termasuk dominasi kelapa sawit yang belum sepenuhnya selaras.
Arsad Ddin
14 Agustus 2025Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau menyelenggarakan Monev Penataan dan Pemberdayaan Tanah Tahun 2025. Forum ini membahas ketidaksesuaian lahan dengan tata ruang, termasuk dominasi kelapa sawit yang belum sepenuhnya selaras.
Arsad Ddin
14 Agustus 2025
Kampar, HAISAWIT - Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Penataan dan Pemberdayaan Tanah Tahun Anggaran 2025, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini dihadiri jajaran Direktorat Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN.
Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Priyo Budi Maryoso, memimpin sejumlah anggota untuk mengikuti evaluasi.
Forum ini bertujuan mengidentifikasi dinamika penatagunaan tanah serta menemukan kendala dalam implementasi kebijakan di lapangan.
Dikutip dari laman ATRBPN Kampar, Kamis (14/8/2025), sebagian lahan di Provinsi Riau masih mengalami ketidaksesuaian dengan rencana tata ruang, termasuk dominasi lahan kelapa sawit yang belum sepenuhnya selaras dengan peruntukan resmi.
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau, Nurhadi Putra, menyampaikan kegiatan ini menjadi wadah koordinasi antar kabupaten/kota. Forum ini menghadirkan seluruh Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan dari berbagai wilayah untuk bertukar informasi terkait pemanfaatan tanah.
Selain ketidaksesuaian tata ruang, beberapa isu lain turut dibahas, seperti hak atas tanah di kawasan hutan dan perlunya revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW). Forum mendorong komunikasi antar lembaga agar kebijakan penatagunaan tanah lebih terintegrasi.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan lapangan. Evaluasi mencakup aspek legalitas, pemanfaatan tanah, serta kesiapan administratif dalam mendukung penataan lahan yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Beberapa daerah di Riau tercatat memiliki dominasi kelapa sawit yang signifikan, namun belum sepenuhnya selaras dengan rencana tata ruang. Hal ini menjadi salah satu fokus Monev untuk memastikan pengelolaan tanah lebih tepat guna.
Kegiatan juga membuka ruang diskusi terkait solusi praktis di lapangan. Evaluasi membahas koordinasi antar lembaga dan penyesuaian RTRW agar tata ruang dan pemanfaatan lahan lebih sesuai, termasuk lahan yang banyak ditanami kelapa sawit.
Monev ini berlangsung di Kantor Wilayah BPN Riau dan menghadirkan seluruh jajaran terkait. Hasil evaluasi menjadi acuan bagi perencanaan penataan tanah yang lebih efektif dan sistematis, berdasarkan data dan temuan lapangan.***