UKMK Sawit Jawa Timur Didorong Tembus Pasar Ekspor, Ini Langkah BPDP dan Hai Sawit Indonesia

Transformasi sektor perkebunan berkelanjutan memerlukan peran aktif UKMK, terutama dalam konteks hilirisasi, digitalisasi, dan penguatan konektivitas ekonomi.

BERITA HAI SAWIT EVENT

Sahnia Mellynia

29 Juli 2025
Bagikan :


Jember, HAISAWIT — Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan usaha kecil dan mikro berbasis kelapa sawit, Hai Sawit Indonesia menyelenggarakan kegiatan UKMK Sawit Provinsi Jawa Timur pada 28–30 Juli 2025, berlokasi di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka), Jember.

Kegiatan yang mengangkat tema “Diversifikasi Produk UKMK Kelapa Sawit dan Pembentukan UKMK Sawit Provinsi Jawa Timur” ini diselenggarakan dengan dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan bekerja sama dengan Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten Jember serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM sawit dalam mengembangkan produk olahan turunan kelapa sawit yang bernilai tambah, sekaligus membentuk kelembagaan usaha yang lebih solid dan profesional di tingkat lokal.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Utama Hai Sawit Indonesia (Bapak M. Danang MRQ), Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BPDP (Bapak Helmi Muhansyah), Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jember (Ibu Dra. Sartini, M.M) yang diwakili oleh Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember (Bapak Totok Sugiharto, SE., MM), Kepala Puslitkoka (Ibu Dini Astika Sari, S.Si., M.Biotech) yang diwakili oleh Kepala Bagian Usaha Mesin Hilir dan Lainnya (Bapak Edy Suharyanto, STP. MP), Sekretariat Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan (Bapak Syauqi Ahmada), serta Narasumber dari Tim Ahli Puslitkoka (Bapak Hendy Firmanto, ST. dan Bapak Rizky Wiradinata, ST., MSi).


Direktur Utama Hai Sawit Indonesia, M. Danang MRQ menyampaikan “UKMK Sawit memiliki potensi besar yang harus terus kita dorong dan dukung. Aplikasi Hai Sawit hadir sebagai jembatan digital untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan literasi digital, dan menjadi etalase online produk-produk unggulan UKMK. Melalui kolaborasi dan teknologi, kita percaya UKMK Sawit bisa naik kelas dan bersaing secara nasional bahkan global,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Totok Sugiharto, SE., MM, selaku Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. “Sebagai salah satu daerah penghasil sawit, Jember memiliki potensi besar yang perlu terus digali dan dikembangkan. Inovasi pengombinasian cokelat dengan bahan dasar berbasis sawit adalah langkah cerdas yang dapat membuka peluang usaha baru bagi UKMK. Saya berharap, setelah pelatihan ini, para pelaku UKMK mampu menciptakan produk-produk inovatif yang bisa mengangkat nama Jember hingga ke kancah nasional dan internasional.” ujarnya.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan materi bahwa untuk semakin menjamin pengembangan perkebunan kelapa sawit, kakao, dan kelapa secara berkelanjutan, diperlukan strategi nasional yang ditunjang oleh pengelola dana pengembangan perkebunan yang berkelanjutan.

“Program pemerintah melalui BPDP yang disalurkan seyogyanya memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan petani dimana salah satunya melalui program promosi perkebunan,” ungkapnya.


Ia menjelaskan bahwa Promosi Perkebunan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap signifikansi perkebunan sebagai produk yang mempunyai nilai strategis, melalui kegiatan meningkatkan citra nilai produk Perkebunan, informasi pasar Perkebunan, memperluas pasar Perkebunan, meningkatkan investasi Perkebunan, dan menumbuhkembangkan pusat pemasaran komoditas Perkebunan.

Lebih lanjut, Helmi menambahkan bahwa BPDP telah mengembangkan berbagai produk UKMK berbasis sawit melalui program kemitraan UKMK. Beberapa di antaranya yakni rompi anti peluru berbahan baku serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS), helm dari limbah serabut sawit, malam batik sawit, benang pilin dan kain dari tandan sawit kosong, minyak sawit untuk kedaulatan tinta, bioavtur sawit, bioaspal dari limbah B3 industri oleokimia, coating buah berbasis sawit, multipurpose balm, lemak kalsium sawit, dan produk-produk inovatif lainnya.

"Inovasi ini merupakan bentuk nyata dari upaya BPDP dalam mendorong hilirisasi dan pemberdayaan UKMK sawit agar lebih berdaya saing dan bernilai tambah tinggi," tutupnya.

Sementara itu penyampaian materi dari Sekretariat Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan, Syauqi Ahmada menyampaikan “Transformasi sektor perkebunan berkelanjutan memerlukan peran aktif UKMK, terutama dalam konteks hilirisasi, digitalisasi, dan penguatan konektivitas ekonomi. Pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis terus mendorong UKMK untuk menjadi bagian integral dari rantai pasok industri perkebunan nasional,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan daya saing UKMK dapat dicapai melalui integrasi teknologi digital, perluasan pasar ekspor, dan dukungan insentif kebijakan fiskal. Pemerintah juga mendorong kemitraan aktif antara pelaku UKMK dengan sektor industri besar, sejalan dengan transformasi industri yang lebih berkelanjutan dan berorientasi ekspor.

Selama tiga hari kegiatan, peserta memperoleh materi teknis dan strategis, seperti praktik diversifikasi produk coklat sawit, pengembangan model bisnis UKMK, serta akses ke jejaring kelembagaan pendukung. Selain itu, peserta juga mendapatkan sertifikat, knowledge, seminar kit, serta kesempatan membangun kemitraan bisnis.

Sebagai bagian dari pengalaman lapangan, peserta juga mengunjungi unit pabrik pembuatan cokelat milik Puslitkoka untuk menyaksikan langsung proses hilirisasi biji kakao menjadi produk siap konsumsi. Kegiatan ini memberikan inspirasi konkret bagi peserta mengenai potensi hilirisasi produk sawit ke depan.

kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak pelaku UKMK sawit yang tangguh, inovatif, dan mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendorong transformasi industri kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia.

Bagikan :

Artikel Lainnya