
Yogyakarta, HAISAWIT - Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan sistem otomatis untuk menghitung pokok kelapa sawit. Sistem ini memanfaatkan citra penginderaan jauh dan metode kecerdasan buatan berbasis Deep Learning.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim yang dipimpin Ir. Andri Prima Nugroho dari Departemen Teknologi Pertanian UGM. Penelitian ini berfokus pada solusi untuk mempercepat proses inventarisasi di perkebunan sawit yang memiliki lahan cukup luas.
Dalam keterangannya, Andri menyebut penggunaan citra udara memungkinkan penghitungan pokok sawit dilakukan secara lebih presisi dengan bantuan algoritma berbasis AI.
“Dengan menggunakan citra udara dari penginderaan jauh, kami dapat mendeteksi dan mengidentifikasi setiap pokok kelapa sawit secara akurat melalui algoritma Deep Learning,” ujar Ir. Andri Prima Nugroho, dikutip dari laman UGM AI Center of Excellence, Senin (22/9/2025).
Sistem otomatis ini selesai dikembangkan pada 2022. Teknologi tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan di lapangan karena inventarisasi manual dianggap memakan waktu dan memiliki potensi kesalahan lebih besar.
Melalui penerapan Deep Learning, kecepatan pemrosesan data meningkat signifikan. Hasil inventarisasi juga menghasilkan informasi yang lebih dapat diandalkan untuk menunjang pengelolaan perkebunan sawit.
Pengembangan teknologi ini melibatkan kolaborasi dengan mitra eksternal baik dari dalam maupun luar negeri. Proyek penelitian tersebut mendapatkan dukungan pendanaan internal universitas.
Sistem ini tidak hanya relevan untuk sektor agrikultur, tetapi juga masuk dalam kategori riset Computer Vision yang aplikatif di bidang pertanian presisi. Cakupan aplikasinya menyentuh aspek manajemen perkebunan modern.
Teknologi berbasis AI ini diposisikan untuk membantu dalam tahap perencanaan penanaman hingga estimasi produksi. Efisiensi yang ditawarkan membuat data inventarisasi lebih mudah dimanfaatkan oleh pengelola kebun.
Inovasi dari UGM ini juga dikaitkan dengan tema AI for Industry and Business. Penelitian tersebut menjadi salah satu kontribusi akademik dalam mendukung pemanfaatan teknologi mutakhir di industri perkebunan kelapa sawit nasional.***