Replanting Sawit Tak Bisa Disamaratakan, Forum Sawit Internasional HASI 2026 Jadi Rujukan

Peremajaan kelapa sawit menjadi salah satu isu utama dalam pengelolaan kebun seiring bertambahnya umur tanaman di berbagai wilayah produksi. Forum Sawit Internasional HASI 2026 memfasilitasi pembahasan teknis mengenai pelaksanaan replanting dan pengelolaan kebun pada fase peralihan produksi.

BERITA HAI SAWIT EVENT

Arsad Ddin

2 Januari 2026
Bagikan :

Ilustrasi Replanting Sawit

Jakarta, HAI SAWIT – Replanting kelapa sawit membutuhkan pendekatan berbeda sesuai kondisi lahan. Perbedaan topografi, umur tanaman, serta kesiapan mekanisasi mendorong pembahasan teknis mendalam dalam Forum Sawit Internasional HASI 2026.

Forum yang dikemas dalam Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 menempatkan replanting sebagai isu utama kebun, khususnya pada lahan datar dan berbukit yang memiliki tantangan teknis serta biaya berbeda.

Replanting Jadi Agenda Teknis Utama

Agenda hari pertama HASI 2026 memuat sesi khusus replanting sawit di berbagai kondisi lahan, dengan pembahasan praktik lapangan, teknologi pendukung, serta pengalaman pengelolaan kebun dari berbagai wilayah produksi.

Topik replanting diposisikan sebagai kebutuhan strategis kebun karena kesalahan metode berisiko memengaruhi produktivitas jangka panjang, efisiensi biaya, dan kesiapan kebun memasuki fase produksi berikutnya.

Forum Rujukan Praktisi Perkebunan

HASI 2026 menghadirkan pembicara dari perusahaan perkebunan nasional dan regional Asia Tenggara, mempertemukan perspektif manajemen, agronomi, dan operasional kebun dalam satu forum teknis.

Forum ini relevan bagi planter, estate manager, hingga manajemen kebun yang terlibat langsung dalam pengambilan keputusan replanting, termasuk penyesuaian metode kerja pada medan kebun yang tidak seragam.

Selain replanting, simposium membahas integrasi mekanisasi, teknologi digital, serta praktik pengelolaan kebun modern yang saling berkaitan dengan keberhasilan peremajaan tanaman.


Jadwal, Lokasi, dan Biaya Pendaftaran

HASI 2026 berlangsung selama dua hari pada 22–23 April 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, dengan format seminar, pameran, serta diskusi teknis antarpraktisi.

Biaya pendaftaran terbagi dalam beberapa skema, yakni Early Bird Rp1.850.000 per peserta, Regular Rp2.750.000, dan Late Registration Rp3.500.000 sesuai periode pendaftaran yang telah ditetapkan panitia.

Selain sesi utama, peserta memperoleh akses pameran teknologi, jejaring profesional lintas perusahaan, serta paparan praktik kebun dari Indonesia dan Malaysia yang menjadi bagian agenda resmi simposium.***

Bagikan :

Artikel Lainnya