
Mahasiswa Agroekoteknologi Unimal Pelajari Budidaya Sawit. (Foto: UNIMALNEWS)
Simalungun, HAISAWIT – Delapan mahasiswa Program Studi (Prodi) Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PTPN IV Regional II Kebun Marjandi pada Kamis (29/01/2026) untuk mendalami teknis perkebunan.
Para mahasiswa tersebut mempelajari proses analisis data tanaman sesuai standar operasional perusahaan guna mengasah kemampuan teknis di lapangan, khususnya dalam manajemen pemeliharaan, pemupukan presisi, hingga proyeksi hasil produksi kelapa sawit.
Dosen pengampu mata kuliah, Rosnina MP, menjelaskan bahwa pembelajaran langsung di lapangan bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa, terutama dalam teknik pengendalian gulma secara kimiawi untuk menjaga area piringan pohon sawit.
"Dalam kegiatan pemeliharaan, mahasiswa mempraktekkan pengendalian gulma secara kimiawi atau chemis. Fokus utama diberikan pada Chemis Piringan untuk menjaga kebersihan area jatuhnya buah dan penyerapan pupuk, serta Chemis Anak Kayuan guna mengendalikan tanaman berkayu yang dapat mengganggu pertumbuhan sawit," ujar Rosnina, dikutip dari laman UNIMALNEWS, Senin (02/02/2026).
Selain pemeliharaan, mahasiswa juga terjun langsung mengikuti proses pemupukan dan mempelajari teknik pengambilan sampel daun yang menjadi dasar penentuan kebutuhan nutrisi tanaman di laboratorium agar dosisnya tepat sasaran.
"LCU merupakan prosedur pengambilan sampel daun yang sangat krusial untuk dianalisis di laboratorium guna mengetahui status hara tanaman. Hasil dari LCU inilah yang nantinya menentukan rekomendasi dosis pupuk yang akurat bagi blok perkebunan tersebut," ujarnya.
Pemanfaatan teknik Leaf Sampling Unit (LCU) memastikan efisiensi biaya operasional perusahaan melalui aplikasi pupuk yang akurat berdasarkan kebutuhan biologis tanaman kelapa sawit di setiap blok lahan perkebunan milik negara tersebut.
Kegiatan praktik ini mencakup beberapa aspek penting dalam manajemen produksi perkebunan modern yang sangat bergantung pada keakuratan data lapangan sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial, yang meliputi poin-poin sebagai berikut:
- Penghitungan Angka Kerapatan Panen (AKP) untuk memprediksi jumlah tandan matang.
- Perencanaan kebutuhan tenaga kerja dan armada angkut berdasarkan prediksi panen harian.
- Evaluasi efektivitas penyerbukan melalui penghitungan persentase pembentukan buah pada tandan.
Rosnina menambahkan penjelasan mengenai metode evaluasi penyerbukan serta teknik sensus jangka panjang yang memungkinkan perusahaan melakukan proyeksi produksi tandan buah segar untuk beberapa bulan ke depan secara lebih ilmiah.
"Selain itu, mahasiswa mendalami teknik Fruit Set untuk menghitung persentase pembentukan buah pada tandan. Data ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas penyerbukan di lapangan. Untuk proyeksi jangka panjang, mahasiswa mengikuti kegiatan BBC (Black Bunch Census) atau Sensus Tandan Hitam. Melalui BBC, mahasiswa belajar memprediksi potensi produksi untuk 3 hingga 6 bulan ke depan dengan menghitung jumlah tandan hitam yang sedang berkembang pada pohon contoh," ujarnya.
Salah satu mahasiswa peserta PKL, Daffa Fauzi Adithia, mengakui bahwa pengalaman mengenai LCU dan Black Bunch Census (BBC) memberikan pemahaman baru mengenai ketergantungan manajemen perkebunan modern pada data yang sangat akurat.
Delapan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan di Simalungun ini adalah Mhd Farhan Lubis, Daffa Fauzi Adithia, Zayyan Nashwa, Lailatul Khairani, Fadhlan Haiba, Ella Hidayanti, Muthia Ayunda Hasibuan, dan Anas Taqi Daffa.***