Ekspor Sawit Kalbar Bertahan di Tengah Merosotnya Kinerja Industri Pengolahan

Ekspor kelapa sawit Kalimantan Barat tetap memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah pada Desember 2025. Fakta tersebut muncul saat nilai pengiriman komoditas lain seperti alumina dan karet mengalami kemerosotan tajam.

BERITA

Arsad Ddin

6 Februari 2026
Bagikan :

Gambar Illustrasi Buah Sawit - Hai Sawit

Pontianak, HAISAWIT – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat nilai ekspor daerah pada Desember 2025 mencapai 176,69 juta Dolar Amerika Serikat (AS) di tengah melemahnya kinerja industri pengolahan.

Penurunan nilai pengiriman barang ke luar negeri tersebut tercatat sebesar 0,25 persen secara bulanan dibandingkan November 2025, sementara secara tahunan angka ini anjlok cukup dalam mencapai 23,18 persen.

Merosotnya performa perdagangan luar negeri dipicu oleh rendahnya volume ekspor bahan kimia anorganik jenis alumina, serta penurunan drastis pada komoditas pertanian lainnya seperti karet dan buah kelapa tua.

Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Kalimantan Barat, Yunita, memberikan penjelasan mengenai faktor penyebab utama di balik lesunya angka perdagangan internasional yang terjadi pada sektor industri maupun lapangan usaha pertanian.

“Sementara penurunan ekspor tahunan disebabkan oleh melemahnya ekspor industri pengolahan dan pertanian, masing-masing sebesar 23,92 persen dan 21,41 persen,” ujar Yunita, dikutip dari laman rri.co.id, Jum'at (06/02/2026).

Meskipun secara umum mengalami penyusutan, komoditas turunan kelapa sawit tetap menjadi tumpuan utama dengan catatan ekspor fraksi cair minyak sawit ke negara Arab Saudi mencapai volume hingga 21 juta ton.

Berdasarkan data perkembangan ekspor sepanjang tahun 2025, sektor lemak dan minyak hewan atau nabati yang didominasi sawit memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan devisa daerah di tengah ketidakpastian pasar.

Fakta penting terkait rincian nilai perdagangan luar negeri Kalimantan Barat selama periode Januari hingga Desember 2025 meliputi poin-poin sebagai berikut:

  • Total nilai ekspor tahun 2025 mencapai 1.891,80 juta Dolar AS.
  • Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati menyumbang 348,87 juta Dolar AS atau 18,44 persen.
  • Ekspor ke Tiongkok mendominasi pasar dengan nilai mencapai 48,34 juta Dolar AS.
  • Surplus neraca perdagangan Kalbar selama tahun 2025 tercatat sebesar 1.241,26 juta Dolar AS.

Negara Belanda menjadi tujuan ekspor terbesar kedua setelah Tiongkok dengan nilai 35,73 juta Dolar AS, yang mana alumina dan produk olahan pertanian masih menjadi komoditas kiriman paling utama.

Kinerja sektor industri pengolahan secara bulanan pada akhir tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 2,18 persen, yang secara langsung berdampak pada akumulasi total nilai perdagangan internasional dari wilayah Kalimantan Barat.

Penurunan paling tajam pada sektor pertanian non-sawit terlihat pada komoditas buah-buahan yang anjlok 74,20 persen, serta karet dan barang dari karet yang merosot hingga angka 53,39 persen.

Nilai impor Kalimantan Barat sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 650,54 juta Dolar AS dengan komoditas utama berupa mesin mekanik serta bahan bakar mineral dari Tiongkok, Malaysia, dan juga Singapura.

Total aktivitas perdagangan internasional daerah ini, yang mencakup ekspor dan impor, menyentuh angka 2.542,34 juta Dolar AS berdasarkan ringkasan data resmi yang dipaparkan pada Selasa (03/02/2026).***

Bagikan :

Artikel Lainnya