simposium ini dirancang sebagai wadah diskusi, berbagi pengalaman, dan transfer pengetahuan antara praktisi, akademisi, regulator, serta pelaku usaha perkebunan sawit.
Sahnia Mellynia
29 Januari 2026simposium ini dirancang sebagai wadah diskusi, berbagi pengalaman, dan transfer pengetahuan antara praktisi, akademisi, regulator, serta pelaku usaha perkebunan sawit.
Sahnia Mellynia
29 Januari 2026
Jakarta, HAISAWIT – HaiSawit Indonesia akan menyelenggarakan HaiSawit Simposium (HASI) 2026 pada 22–23 April 2026 bertempat di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas pemangku kepentingan untuk membahas pembaruan Best Management Practice (BMP) perkebunan kelapa sawit Indonesia dan Malaysia dalam mendukung peningkatan produksi serta ketahanan energi.
Mengusung tema “Updating Best Management Practice (BMP) Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia dan Malaysia dalam Mendukung Peningkatan Produksi Sawit & Ketahanan Energi”, simposium ini dirancang sebagai wadah diskusi, berbagi pengalaman, dan transfer pengetahuan antara praktisi, akademisi, regulator, serta pelaku usaha perkebunan sawit.
HaiSawit Simposium 2026 akan menghadirkan berbagai sesi pembahasan strategis, mulai dari teknik replanting kelapa sawit pada areal datar dan berbukit untuk mendukung mekanisasi, pemanfaatan smartphone, aplikasi AI, dan smart plantation dalam intensifikasi produksi, hingga penggunaan drone untuk kegiatan pemupukan dan pengamanan kebun.
Selain itu, forum ini juga mengangkat isu penting terkait strategi penyelesaian problem sosial, plasma, dan legal, pemanfaatan Global Positioning System (GPS) dalam operasional perkebunan, penerapan teknologi pengendalian hama dan penyakit, serta strategi panen dan mekanisasi pengangkutan yang efektif dan efisien di berbagai kondisi lahan.
Melalui pelaksanaan simposium ini, HaiSawit Indonesia berharap dapat mendorong penerapan praktik pengelolaan perkebunan sawit yang semakin modern, adaptif terhadap teknologi, serta berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi Indonesia dan Malaysia sebagai produsen utama sawit dunia.
Pendaftaran peserta telah dibuka dengan biaya Rp2.750.000 per peserta untuk periode reguler hingga 28 Februari 2026, dan Rp3.500.000 per peserta untuk periode late registration hingga 20 April 2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kontak resmi panitia HaiSawit Simposium 2026.