
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengikuti Indonesia Tourism and Trade Investment Expo 2025 di Nagoya Hill Mall Batam pada 26–29 Juni 2025. (Foto: Dok. BPDP)
Batam, HAISAWIT – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengikuti Indonesia Tourism and Trade Investment Expo (ITTIE) 2025 di Nagoya Hill Mall Batam. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 26–29 Juni 2025, menampilkan pameran lintas sektor.
Keikutsertaan BPDP di ajang ini bertujuan memperkenalkan program keberlanjutan industri sawit sekaligus menjalin kemitraan strategis dengan sektor perdagangan dan pariwisata. Sejumlah program dipromosikan kepada publik melalui berbagai aktivitas.
BPDP memamerkan produk turunan kelapa sawit sebagai bagian dari upaya hilirisasi. Tidak hanya itu, pengunjung juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan interaktif yang mengedukasi manfaat sawit secara langsung.
Kepala Divisi Umum dan SDM BPDP, Adi Sucipto, menjelaskan pentingnya promosi di berbagai daerah, termasuk di wilayah non-penghasil sawit.
"BPDP memiliki amanat untuk melakukan kegiatan promosi di daerah penghasil sawit maupun di daerah non-penghasil sawit," ujar Adi Sucipto, dikutip dari laman BPDP, Selasa (12/8/2025).
Menurut Adi Sucipto, Batam menjadi salah satu lokasi strategis untuk mengedukasi masyarakat sejak usia dini tentang kelapa sawit.
"Meskipun Kota Batam bukan merupakan daerah penghasil sawit, namun melalui kegiatan ini, masyarakat dari usia dini dapat memahami sawit lebih jauh. Bukan hanya sebagai pengetahuan yang sifatnya kognitif, tetapi lebih applicable," kata Adi Sucipto.
Salah satu aktivitas yang digelar adalah membatik menggunakan lilin dari minyak sawit. Kegiatan ini mengundang minat pengunjung, khususnya anak-anak.
"Kegiatan membatik bersama ini dimaksudkan agar anak-anak sebagai penerus bangsa dapat mengenal produk turunan sawit dalam bentuk lilin batik secara langsung. Sehingga, mereka dapat merasakan manfaat sawit itu sejauh mana," jelas Adi Sucipto.
Selain edukasi, BPDP juga membuka ruang dialog dengan pelaku usaha, akademisi, dan pengunjung umum. Tujuannya untuk memperluas pemahaman mengenai potensi hilirisasi dan kontribusi sawit terhadap perekonomian.
Pameran ITTIE 2025 menghadirkan kolaborasi antara sektor perkebunan, perdagangan, dan pariwisata. Kolaborasi ini membuka peluang bagi daerah untuk mengembangkan ekonomi berbasis komoditas berkelanjutan.
Partisipasi BPDP di ajang ini turut memperlihatkan keberagaman pemanfaatan kelapa sawit, mulai dari produk pangan, energi terbarukan, hingga kerajinan. Ragam aktivitas yang dihadirkan menarik perhatian pengunjung dari berbagai latar belakang.***