Afrika, Tanah Leluhur Sawit yang Kini Jadi Pasar Strategis Ekspor Indonesia

Minyak sawit menguasai sekitar 70 persen konsumsi minyak nabati Afrika dalam 13 tahun terakhir. Hubungan historis dan preferensi masyarakat terhadap minyak sawit menjadikan kawasan ini target ekspor strategis Indonesia.

BERITA ARTIKEL

Arsad Ddin

24 Juli 2025
Bagikan :


Jakarta, HAISAWIT – Kawasan Afrika memiliki peran historis penting dalam perjalanan global kelapa sawit. Di wilayah ini, khususnya Afrika Barat Daya, tanaman sawit berasal sebelum dibudidayakan di negara lain.

Tanaman sawit telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat lokal sebagai bahan pangan serta pengobatan tradisional. Bahkan buah sawit matang kerap difermentasi untuk menghasilkan wine yang dikonsumsi secara turun-temurun.

Dikutip dari laman BPDP, Kamis (24/07/2025), konsumsi minyak sawit Afrika mencapai 11 juta ton pada 2023, dengan separuhnya berasal dari impor. Produksi domestik Afrika hanya sekitar lima juta ton pada tahun yang sama.

Sejarah juga mencatat bahwa Nigeria dan Kongo sempat menjadi produsen minyak sawit terbesar dunia pada tahun 1959. Dua negara tersebut menyumbang 60 persen dari total produksi minyak sawit global saat itu.

Namun, dominasi produksi berpindah ke Asia Tenggara sejak dekade 1970-an. Malaysia mengambil alih posisi produsen utama hingga 2006, lalu disusul oleh Indonesia hingga saat ini.

Afrika tetap menjadi kawasan penting dalam konsumsi minyak nabati. Pangsa konsumsi minyak sawit di benua ini mencapai sekitar 70 persen dari total konsumsi empat minyak nabati utama pada periode 2010–2023.

Sumber utama konsumsi itu tidak hanya berasal dari produksi dalam negeri. Impor menjadi pilar penting untuk memenuhi kebutuhan minyak sawit di pasar lokal, terutama dari Indonesia.

Afrika juga dikenal memiliki kebiasaan panjang dalam menggunakan minyak sawit, terutama untuk produk pangan. Sisanya digunakan dalam industri kosmetik, higienis, dan bioenergi.

Harga minyak sawit global yang relatif lebih murah dibandingkan minyak nabati lain menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi tingginya konsumsi di Afrika.

Nigeria menjadi negara dengan konsumsi terbesar di kawasan tersebut. Proyeksi pertumbuhan ekonominya juga menempatkan negara ini sebagai salah satu target ekspor potensial ke depan.

PASPI dalam laporannya menyebut bahwa hubungan historis antara Afrika dan Indonesia turut memperkuat kerja sama kedua kawasan. Salah satunya melalui ikatan sejarah sawit dan peristiwa Konferensi Asia-Afrika 1955.***

Bagikan :

Artikel Lainnya