Pemprov Babel Dorong Investasi Rp16 Triliun untuk Pabrik Kelapa Sawit dan Pelabuhan Belinyu

Investasi besar senilai Rp16 triliun akan digelontorkan untuk pabrik kelapa sawit dan pelabuhan Belinyu di Bangka Belitung. Rencana ini didukung kerja sama dengan investor asal China, dengan target panen perdana kelapa sawit dalam empat tahun.

BERITA

Arsad Ddin

15 Agustus 2025
Bagikan :

Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani. (Foto: Dok. Pemprov Babel).

Pangkalpinang, HAISAWIT – Pangkalpinang, HAISAWIT – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tengah mengupayakan realisasi investasi besar untuk pembangunan pabrik kelapa sawit dan infrastruktur pendukung di daerah tersebut. Proyek ini disebut memiliki nilai mencapai Rp16 triliun.

Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani menjelaskan rencana investasi tersebut mencakup beberapa proyek strategis, termasuk pengembangan pelabuhan dan pengolahan sumber daya alam di wilayahnya.

"Untuk pelabuhan Belinyu itu Rp 5,1 triliun, membuat kelapa terbesar di dunia itu bisa Rp 16 triliun. Lalu juga ada beberapa perusahaan pertambangan pertimahan limbah, yang selama ini limbah tidak dikerjakan itu ada Rp 30 triliun jadi berkisar 40 triliun," ujar Hidayat Arsani, dikutip dari laman rri.co.id, Jumat (15/8/2025).

Ia menambahkan, tingginya nilai investasi akan berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja di Provinsi Bangka Belitung.

"Saya butuh sekitar 700 ribu pegawai di BangkaBelitung, jadi selesai masalah Bangka Belitung dengan upah UMR," katanya.

Menurut Hidayat, pembangunan industri kelapa sawit di Babel juga menjadi langkah strategis dalam mengangkat nama daerah di tingkat global.

"Hal ini karena HTI (Hutan Tanaman Industri) bermasalah, dikerjakan kebun nanti orang marah. Jadi bagaimana nanti HTI itu, duduk bersama untuk sokusinya. Masyarakat akan kita rangkul untuk menanam kelapa, 4 tahun sudah panen dan semua bibit dari investor china. 5 tahun kita ngurus kelapa, maka 80 tahun kelapa ngurus kita," ucapnya.

Rencana ini juga akan dilengkapi dengan kerja sama internasional. Dalam waktu dekat, Pemprov Babel berencana melakukan kunjungan ke China untuk membicarakan kelanjutan investasi tersebut.

"Semoga mereka tidak berubah, dan kita berdoa dan saya sudah maksimal. Kita kembalikan kepada Allah Swt, mereka sudah tiga kali datang kesini. Artinya mereka serius dan mudah-mudahan, kita didukung Pemerintah Pusat," ujar Hidayat.

Kunjungan calon investor ke wilayah Bangka Belitung telah dilakukan sebanyak tiga kali. Pertemuan tersebut membahas rencana realisasi proyek, termasuk kesiapan lahan dan kelanjutan proses kerja sama.

Pembangunan pabrik kelapa sawit ini berada dalam satu rangkaian rencana investasi besar yang juga mencakup proyek pelabuhan Belinyu dan pengelolaan limbah pertambangan timah di daerah tersebut.***

Bagikan :

Artikel Lainnya