
Sinarmas Group menerima kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud di kawasan perkebunan sawit Kecamatan Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (6/9/2025). (Foto: Ahmad Riyandi)
Kutai Timur, HAISAWIT – Kutai Timur, HAISAWIT – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud melakukan kunjungan kerja ke perkebunan kelapa sawit PT Sinarmas Group di Kecamatan Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (6/9/2025).
Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Sinarmas sebagai perusahaan agribisnis besar yang beroperasi di Kalimantan Timur.
“Kita tahu Sinarmas adalah perusahaan agribisnis terdepan mengelola kelapa sawit dari hulu hingga hilir,” ujar Gubernur Harum, dikutip dari laman Setda Kaltim, Senin (8/9/2025).
Selain itu, Harum juga menyinggung program pembibitan sawit yang dikelola perusahaan. Ia berharap hal tersebut dapat membantu petani sekitar melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Mudah-mudahan bisa sharing bibit kelapa sawitnya. Paling tidak dalam bentuk CSRnya untuk petani-petani kita,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengungkap kondisi petani di sekitar kawasan perkebunan yang rata-rata memiliki lahan 5 hektar. Menurutnya, pendapatan petani cukup menjanjikan.
“Petani kita disini saya dengar rata-rata punya lahan 5 hektar. Kalau per hektar dapatnya Rp4 juta, maka penghasilan mereka rata-rata Rp20 juta per bulan. Kalau begini tidak ada lagi orang miskin disini,” tutur Harum.
Sementara itu, Region Controller Sinarmas Hendra Oldy Charli Mapasa menjelaskan capaian perusahaan dalam mengelola perkebunan sawit.
“Saat ini PT Sinarmas Region Kaltim sudah memiliki luas lahan 42.742 hektar yang terdiri kebun inti, plasma dan swadaya serta menyerap 7.343 tenaga kerja,” terangnya.
Ia menambahkan, dari total tersebut lahan inti mencapai 25.158 hektar. Adapun lahan kemitraan meliputi 17.710 hektar, terdiri dari 10.822 hektar kemitraan swadaya dan 6.888 hektar plasma.
Hendra juga mengungkapkan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari aktivitas perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut. Nilai perputaran uang di sektor perbankan dan perdagangan lokal cukup signifikan.
“Setiap bulan transaksi peredaran uang di bank BPD, BRI dan Mitra Mandiri mencapai Rp100 miliar. Belum lagi di pasar dan toko-toko kelontong milik masyarakat,” jelasnya.
Kunjungan Gubernur Kaltim ini turut didampingi jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim, anggota DPR RI, DPRD Kaltim, serta manajemen PT Sinarmas Region Kaltim.***