
Program Studi Matematika FMIPA ITB menyelenggarakan seminar Statistics Series dengan topik The Statistical Science Behind Oil Palm di Gedung CAS ITB Bandung, Selasa (24/7/2025). (Foto: Dok. Kemahasiswaan ITB)
Bandung, HAISAWIT – Kelompok Keahlian Statistika, Program Studi Matematika FMIPA ITB, menggelar seminar bertajuk Statistics Series dengan tema The Statistical Science Behind Oil Palm. Acara ini berlangsung di Gedung CAS ITB, Selasa (24/6/2025) .
Kegiatan menghadirkan Dr. rer. nat. Ardha Apriyanto, M.Si., Lead Scientist of Breeding, Molecular & Tissue Culture PT Astra Agro Lestari Tbk. Seminar ini membahas pemanfaatan statistika dalam pemuliaan kelapa sawit untuk menjawab tantangan produktivitas dan keberlanjutan industri.
Dalam sambutannya, Ketua KK Statistika ITB, Prof. Udjianna Sekteria Pasaribu, Ph.D., menekankan pentingnya penelitian yang memiliki dampak langsung bagi bangsa. Ia mencontohkan hasil nyata dari riset panjang pemuliaan sawit.
“Bukan hanya publikasi, tetapi kita harus memberikan sesuatu untuk negara kita. Beliau (Dr. Ardha) menyampaikan bahwa setelah lebih dari 10 tahun, baru bisa memberikan varietas baru kelapa sawit untuk negara kita, yang hasilnya lebih tinggi dan tanamannya lebih pendek dari yang biasa,” ujar Prof. Udjianna, dikutip dari laman Kemahasiswaan ITB, Jumat (29/8/2025).
Dr. Ardha menjelaskan kelapa sawit memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan sumber minyak nabati lain. Perannya dinilai strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan, energi, hingga kosmetik. Namun, tantangan riset pemuliaan tidak sederhana.
“Dengan data lebih dari 100.000 individu kelapa sawit, kami bisa memprediksi karakter fenotip dengan akurasi tinggi, misalnya korelasi 0,87 antara hasil prediksi dan observasi. Ini mempercepat proses pemuliaan yang biasanya memakan waktu 30–40 tahun,” jelas Dr. Ardha.
Metode yang dibahas mencakup rancangan percobaan acak kelompok, pemodelan Linear Mixed Model, serta konsep heritabilitas. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat membedakan pengaruh genetik dan lingkungan terhadap sifat tanaman secara lebih tepat.
Pendekatan statistik juga memungkinkan identifikasi sifat penting yang dapat dikembangkan secara genetis. Hasil riset ini diharapkan memberi arah bagi peningkatan produktivitas dan ketahanan kelapa sawit secara berkelanjutan.
“Statistik adalah fondasi untuk inovasi dan kemajuan dalam program pemuliaan kelapa sawit modern,” ujar Dr. Ardha.
Seminar ini turut menghadirkan diskusi aktif antara mahasiswa, dosen, dan praktisi industri. Forum menjadi sarana pertukaran pemikiran mengenai penerapan ilmu statistik dalam bidang pertanian dan energi berbasis sawit.
Melalui kegiatan tersebut, kolaborasi akademisi dan industri mendapat ruang yang lebih nyata. Pemanfaatan data genetik, rancangan percobaan, hingga model prediksi menjadi perhatian penting untuk mendukung inovasi kelapa sawit di masa depan.***