Pekebun Sawit Rokan Hilir Optimis Bisa Menaikan Produksi Kebun Sawitnya. Terima Kasih BPDP, Ditjenbun Dan BPI

Kegiatan pelatihan ini dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) yang mendapat dukungan pendanaan dari BPDP, rekomendasi teknis dari Ditjenbun, dan diselenggarakan oleh Best Planter Indonesia (BPI). Tujuan utama dari pelatihan Adalah menaikan produksi sawit Perkebunan Rakyat (PR) menjadi minimal 25 ton/ha/tahun.

BERITA

Sahnia Mellynia

12 Agustus 2025
Bagikan :

Riau, HAISAWIT - Pekebun sawit Rokan Hilir mengikuti kegiatan pelatihan mengenai teknis budidaya kelapa sawit pada tanggal 4 - 8 Agustus 2025 di Hotel Furaya, kota Pekanbaru. Kegiatan pelatihan ini dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) yang mendapat dukungan pendanaan dari BPDP, rekomendasi teknis dari Ditjenbun, dan diselenggarakan oleh Best Planter Indonesia (BPI). Tujuan utama dari pelatihan Adalah menaikan produksi sawit Perkebunan Rakyat (PR) menjadi minimal 25 ton/ha/tahun.

Dalam sesi materi dan sesi diskusi pelatihan disampaikan cara-cara untuk mencapai produksi 25 ton/ha/tahun tersebut. Dimulai dari penggunaan bibit sawit unggul, yang dijual oleh produsen benih terdaftar di kementrian pertanian. Kemudian dicek kesesuaian iklim dilokasi kebun dan kesesuaian lahannya yang bisa menunjang tumbuh kembang tanaman sawit secara optimal. Faktor – faktor pembatas lahan yang berpotensi mengurangi produksi harus diberikan perlakuan khusus.

Dari segi penutupan lahan, kebun sawit dijaga tetap hijau. Yang boleh kelihatan tanahnya hanya piringan, pasar pikul dan TPH. Selain itu tertutup rumput lunak, pakis sisir (nephrolepis) atau kacangan. Sehingga kelembaban tanah tetap terjaga.

Pupuk bagi tanaman juga penting, baik unsur N P K Ca Mg B untuk tanah mineral, ditambah Cu, Mn, Zn untuk tanah gambut. Dosis (kg/pokok) disesuaikan umur dan kondisi tanaman serta produksi yang diinginkan. Ada istilah, jika ingin panen sapi, maka kasihlah pakan sapi. Jika ingin panennya kambing, maka kasihlah pakan kambing. Jika ingin panen sapi tapi dikasih pakan kambing, dipastikan sapinya kurus -kurus. Jika ingin produksi minimal 25 ton/ha/tahun maka berilah pupuk yang sesuai kg/pokoknya.

Manajemen tajuk atau pelepah sawit menjadi penting. Daun sawit adalah dapur tanaman, zat hijau daun atau krolofil adalah kompornya, dan sinar matahari adalah gas untuk kompor. Oleh sebab itu, jagalah jumlah pelepah sesuai standarnya, perhatikan warna daun sawit agar selalu  hijau, dan jaga pohon sawit agar tidak ternaungi oleh tanaman lainnya.

Terakhir mengenai hama penyakit yang berpotensi mengurangi produksi tanaman sawit. Capek menjaga pohon sawit sampai berbuah, tahu – tahu diserang hama penyakit, daun sawitnya rusak, buahnya rusak, dan terparah batang sawitnya roboh. 1 batang sawit bisa menghasilkan produksi 200 – 250 kg/pokok/tahun. Dengan harga jual buah per kilogram Rp 3.000,- maka kehilangan pendapatan 600.000 – 750.000/pokok/tahun. Satu saja tanaman sawit roboh akibat penyakit Ganoderma, kerugian besar bagi pekebun sawit.

Setelah mengikuti pelatihan teknis budidaya kelapa sawit selama 5 hari yang diselenggarakan oleh BPI, peserta pelatihan optimis bisa menaikkan produksi dikebun sawitnya. Aamiin.

Bagikan :

Artikel Lainnya