Capaian ekonomi Sulawesi Barat sebesar 4,89 persen pada awal 2025 dianggap sebagai peluang emas. HIPMI menyebut kelapa sawit berpotensi besar masuk ke industri hilir agar memberi nilai tambah daerah.
Arsad Ddin
3 September 2025Capaian ekonomi Sulawesi Barat sebesar 4,89 persen pada awal 2025 dianggap sebagai peluang emas. HIPMI menyebut kelapa sawit berpotensi besar masuk ke industri hilir agar memberi nilai tambah daerah.
Arsad Ddin
3 September 2025
Mamuju, HAISAWIT - Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada triwulan pertama tahun 2025 tercatat 4,89 persen. Angka ini disebut hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional, membuka ruang besar bagi sektor unggulan daerah.
Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menyampaikan pandangannya terkait capaian tersebut. Ia menilai bahwa kondisi ekonomi Sulbar memberi peluang nyata untuk mendorong pengusaha muda terlibat lebih jauh.
“Pertumbuhan ekonomi Sulbar di triwulan pertama 2025 mencapai 4,89 persen, hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Akbar, dikutip dari laman berita Pemprov Sulbar, Rabu (3/9/2025).
Ia melanjutkan bahwa sektor pertanian dan perkebunan masih menyimpan potensi besar. Namun, peluang tersebut menurutnya belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama di bidang hilirisasi.
"Ini peluang besar bagi pengusaha muda untuk masuk lebih dalam, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan. Sulbar punya potensi luar biasa, tapi belum maksimal di sektor hilirisasi," ungkap Akbar.
Lebih lanjut, ia mencontohkan komoditas kelapa sawit. Selama ini sawit di Sulbar baru diolah dalam bentuk CPO, belum berkembang ke industri turunan yang lebih luas.
"Contohnya, kelapa sawit yang baru sebatas CPO, belum masuk ke industri minyak goreng dan produk turunannya,” jelas Akbar.
Acara pelantikan BPD HIPMI Sulbar masa bakti 2025–2028 menjadi forum penyampaian pesan tersebut. Sejumlah pejabat, pengurus HIPMI pusat, hingga pelaku usaha daerah hadir di Hotel Maleo, Mamuju, Rabu (27/8/2025).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulbar Suhardi Duka juga menyampaikan target pemerintah provinsi mencetak 1.000 UMKM setiap tahun. Ia meminta HIPMI terlibat dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah.
Selain itu, gubernur memberikan insentif berupa pembebasan pajak lima tahun bagi pengusaha muda HIPMI yang berinvestasi di sektor industri, hilirisasi pertanian, maupun manufaktur, kecuali tambang.
Rangkaian acara pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru HIPMI Sulbar di bawah pimpinan Zulfikar Suhardi. Agenda itu menandai dorongan kolaborasi antara pengusaha muda dan pemerintah daerah.***