
Jakarta, HAISAWIT - Minyak sawit tercatat memiliki baanyak manfaat dan keunggulan penting yang membuat semakin strategis di pasar nabati dunia. Mulai dari produktivitas tinggi hingga harga terjangkau, minyak sawit menjadi pilihan utama bagi banyak industri.
Keunggulan tersebut telah diakui dalam berbagai laporan penelitian. Data menunjukkan minyak sawit unggul dibandingkan minyak kedelai, rapeseed, maupun bunga matahari. Kelebihan ini menjadikan sawit sebagai salah satu komoditas vital dalam memenuhi kebutuhan global.
Berbagai faktor mendukung dominasi sawit, mulai dari efisiensi lahan, pasokan stabil, hingga fleksibilitas penggunaannya. Hal ini menjadikan minyak sawit tak hanya penting bagi sektor pangan, tetapi juga bagi industri nonpangan yang semakin berkembang.
Dikutip dari laman BPDP, Selasa (26/8/2025), keunggulan utama minyak sawit antara lain meliputi produktivitas tinggi, ketersediaan volume besar, pasokan stabil sepanjang tahun, pemanfaatan luas di berbagai industri, serta harga yang lebih terjangkau dibanding minyak nabati lainnya.
Pertama, minyak sawit mampu menghasilkan 4,3 ton minyak per hektare. Angka ini 8-10 kali lipat lebih tinggi dibanding produktivitas kedelai, rapeseed, dan bunga matahari yang rata-rata hanya 0,45–0,7 ton per hektare.
Kedua, minyak sawit memiliki volume produksi yang besar. Data USDA mencatat pangsa minyak sawit dalam total produksi empat minyak nabati utama dunia meningkat dari 28 persen pada 1980 menjadi 43 persen pada tahun 2023.
Ketiga, pasokan minyak sawit relatif stabil dari bulan ke bulan. Pohon sawit yang berproduksi hingga usia 25 tahun mampu menghasilkan minyak secara konsisten, memberi kepastian pasokan bagi industri yang membutuhkannya sepanjang tahun.
Keempat, minyak sawit memiliki penggunaan luas, mulai dari pangan seperti minyak goreng, margarin, biskuit, hingga produk nonpangan seperti personal care, kosmetik, toiletries, serta biofuel. Komposisi asam lemaknya membuat sawit fleksibel dikombinasikan dengan nabati lain.
Kelima, harga minyak sawit lebih terjangkau dibanding minyak nabati lainnya. Faktor keterjangkauan ini memberi akses yang lebih luas, baik untuk industri pangan global maupun bagi masyarakat dengan tingkat pendapatan berbeda.
Dengan lima keunggulan tersebut, minyak sawit tercatat sebagai salah satu komoditas yang diandalkan industri global. Fakta ini menjadikan sawit memiliki posisi penting dalam rantai pasok minyak nabati dunia.***