
Dok. YouTube Hai Sawit TV
Jakarta, HAISAWIT – Emalia, mahasiswi asal Jayapura, membagikan kisah inspiratif mengenai tekadnya berkarier di industri kelapa sawit saat hadir sebagai narasumber dalam program Bincang Sawit Milenial pada Sabtu (14/12/2024).
Mahasiswi Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE) ini menunjukkan keterbukaan terhadap penempatan kerja lintas pulau setelah menyelesaikan studi pada program studi (prodi) budidaya perkebunan yang saat ini sedang ia tempuh.
Ketika berbincang dengan host Aprilia Goverty, Emalia menyatakan kesiapannya jika kelak perusahaan memberikan penugasan kerja di wilayah Kalimantan meskipun ia memiliki kerinduan besar terhadap tanah kelahiran dan keluarga di Papua.
“Mau berarti engga apa-apa ke Kalimantan, maksudnya engga harus di Papua yang penting tetap balik ke kebun,” ujar Emalia, dikutip dari YouTube Hai Sawit, Sabtu (14/12/2024).
Setelah menempuh perjalanan darat selama tiga jam demi mengurus administrasi beasiswa, mahasiswi ini membawa ambisi besar untuk membawa perubahan positif serta memotivasi generasi muda di kampung halamannya untuk bersekolah.
“Membangun diri lebih baik dan mengajak adik-adik agar mereka juga bisa mendapatkan pendidikan seperti saya,” ungkap anak pertama dari keluarga pekebun tersebut dengan nada bicara yang penuh semangat sekaligus rasa haru.
Terdapat beberapa poin penting mengenai latar belakang serta perjuangan narasumber sebelum akhirnya berhasil kuliah di Bekasi:
- Memiliki pengalaman kerja lapangan di perkebunan sawit selama satu tahun sebelum melanjutkan studi.
- Menempuh proses pendaftaran beasiswa yang sulit dengan melakukan perjalanan pulang pergi kampung ke kota sebanyak lima kali.
Sebelum berkuliah, Emalia telah terbiasa dengan ritme kerja lapangan yang berat sehingga ia menolak pindah prodi saat ditawarkan manajemen kampus karena merasa sudah sangat cocok bekerja di area perkebunan.
Pada akhir sesi bincang-bincang, mahasiswi tangguh ini memberikan pesan mendalam bagi pemuda Papua agar tetap gigih mengejar cita-cita meski terdapat keterbatasan akses informasi maupun kendala sarana komunikasi di daerah asal.
“Jangan pernah patah semangat untuk melanjutkan pendidikannya karena pendidikan itu sangat penting apalagi untuk perempuan,” cetus mahasiswi angkatan baru tersebut sebagai penutup motivasi bagi rekan-rekan sejawatnya di Kabupaten Jayapura.
Emalia merupakan satu dari tiga mahasiswa asal wilayahnya yang berhasil lolos seleksi beasiswa ke CWE setelah bersaing dengan sepuluh orang pendaftar lain yang terkendala berbagai faktor teknis dan administratif.
Kini ia fokus menyelesaikan masa perkuliahan di bawah naungan yayasan pendidikan sawit dengan target menjadi asisten kebun profesional yang mampu bersaing di industri perkebunan nasional baik di Papua maupun luar pulau.***