
Ilustrasi Perkebunan Sawit - HaiSawit
Pakistan, HaiSawit - Pemerintah Republik Indonesia memperkuat posisi pasar minyak sawit di Pakistan melalui pertemuan strategis di Karachi guna menjamin stabilitas ekspor komoditas unggulan nasional bagi kebutuhan industri serta pangan negara tersebut.
Hubungan ekonomi kedua negara memasuki fase strategis baru setelah kunjungan kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong terciptanya kemitraan lebih terstruktur dan berorientasi masa depan bagi sektor kelapa sawit.
Dilansir dari laman Kemlu RI, Selasa (13/01/2026), Pakistan merupakan salah satu importir minyak sawit terbesar di dunia yang secara konsisten menyerap pasokan stabil dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan domestik yang sangat tinggi.
Pilar Utama Ekonomi Bilateral
Sektor minyak kelapa sawit menjadi landasan utama hubungan ekonomi kedua negara karena Indonesia berperan sebagai pemasok utama yang mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok di pasar Pakistan.
Pasar Pakistan dinilai sangat vital bagi keberlanjutan industri sawit Indonesia karena cakupan industri, luas pasar, serta jumlah konsumen yang signifikan bagi pertumbuhan volume ekspor komoditas nasional secara global.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berfungsi sebagai motor penggerak sektor swasta untuk memastikan kerja sama politik pemerintah berubah menjadi transaksi nyata yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Peran Strategis GAPKI
GAPKI menjamin bahwa Indonesia tetap menjadi pemasok minyak sawit yang stabil, bertanggung jawab, dan terpercaya guna mendukung kebutuhan bahan baku bagi produsen makanan maupun industri penyulingan di Pakistan.
Berikut adalah beberapa poin kerja sama strategis antara GAPKI dengan mitra di Pakistan:
- Memfasilitasi kontrak dagang langsung antara produsen Indonesia dengan pembeli di Pakistan.
- Menjamin ketersediaan stok minyak sawit untuk kebutuhan industri penyulingan setempat.
- Mendorong kolaborasi teknis pada bidang pemrosesan minyak sawit serta sertifikasi halal.
Selain perdagangan transaksional, Indonesia berupaya menciptakan nilai bersama melalui eksplorasi potensi usaha patungan atau joint venture pada bidang infrastruktur logistik pelabuhan dan pengembangan teknologi penyulingan.
Penguatan Rantai Pasok Asia Selatan
Kota Karachi diakui sebagai gerbang ekonomi utama Pakistan yang menjadi mitra alami bagi Indonesia dalam memperluas jangkauan distribusi produk kelapa sawit menuju wilayah Asia Selatan secara lebih luas.
Kerja sama dengan Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA) dan Pakistan Vegetable Manufacturers Association (PVMA) menjadi kunci penting dalam mengamankan rantai pasok minyak sawit dari hulu hingga hilir.
Pembentukan Komisi Perdagangan Bersama atau Joint Trade Commission (JTC) menjadi wadah formal bagi kedua negara untuk mengelola hubungan ekonomi, mengatasi hambatan perdagangan, serta mengeksplorasi peluang ekspor komoditas baru.
Pertemuan di Karachi ini dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, bersama Menteri Perdagangan Federal Pakistan, Jam Kamal Khan, guna meresmikan tiga dokumen kesepakatan strategis.***