
Ilustrasi TBS Sawit (Foto: disbun.kukarkab.go.id)
Jakarta, HAISAWIT - Perkebunan kelapa sawit menghasilkan biomassa dalam jumlah besar yang berpotensi menjadi sumber energi baru terbarukan. Produksinya diperkirakan mencapai ratusan juta ton setiap tahun dengan pemanfaatan yang terus berkembang di berbagai sektor.
Biomassa sawit meliputi tandan kosong, serat buah, cangkang, pelepah, hingga batang sawit. Seluruh bagian tanaman ini dapat diolah menjadi bahan bakar, biomaterial, dan berbagai produk turunan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dikutip dari laman BPDP, Senin (6/10/2025), luas perkebunan kelapa sawit dunia sekitar 26,5 juta hektare menghasilkan 424 juta ton biomassa kering setiap tahun. Jumlah tersebut tiga hingga empat kali lebih besar dari produksi minyak sawit.
Dalam catatan penelitian Foo Yuen (2011), setiap hektare perkebunan sawit mampu memproduksi sekitar 16 ton biomassa kering per tahun. Angka ini mencakup pelepah, tandan kosong, serat, cangkang, dan batang yang berasal dari siklus hidup tanaman.
Pemanfaatan biomassa sawit terus berkembang melalui teknologi konversi termokimia, biologi, kimia, hingga fisika. Hasil pengolahan mencakup bioetanol, biometana, bioavtur, briket, biochar, serta produk lain yang menjadi bagian dari energi generasi kedua.
Studi PASPI menyebutkan biomassa merupakan bahan organik terbesar yang dihasilkan perkebunan sawit dibanding minyak nabati. Potensi ini membuka peluang pengembangan energi terbarukan di negara penghasil sawit yang memiliki ketersediaan bahan baku melimpah.
Selain energi, biomassa sawit juga menjadi bahan baku bagi industri oleokimia dan biomaterial. Kehadiran produk ini menambah ragam manfaat sawit dalam rantai pasok industri global yang semakin luas pemanfaatannya di berbagai bidang.
Data menunjukkan kontribusi biomassa sawit semakin penting dalam mendukung pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil. Pemanfaatan biomassa dapat menjadi bagian dari strategi transisi energi global dengan basis sumber daya yang berkelanjutan.
Perkebunan sawit yang tersebar di berbagai negara penghasil utama, termasuk Indonesia dan Malaysia, menjadi penyumbang terbesar biomassa dunia. Jumlah produksinya yang masif menempatkan sawit sebagai salah satu sumber energi baru terbarukan terbesar.
Produksi biomassa sawit yang mencapai 424 juta ton setiap tahun mencerminkan potensi ekonomi besar yang lahir dari perkebunan. Angka tersebut sekaligus menunjukkan peran penting sawit tidak hanya sebagai penghasil minyak nabati, tetapi juga energi terbarukan.***