UNAIR Kembangkan Elektroda Intan Konduktif untuk Deteksi Kontaminan 3-MCPD pada Minyak Sawit

Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan elektroda berbasis nanopartikel intan konduktif untuk mendeteksi kontaminan 3-MCPD pada minyak kelapa sawit. Teknologi ini terbukti memiliki batas deteksi sangat rendah 0,034 μM, sehingga membantu produsen menjaga mutu produk dan memenuhi standar keamanan pangan internasional.

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

28 September 2025
Bagikan :

Ilustrasi penelitian deteksi 3-MCPD pada minyak sawit. (Sumber: UNAIR/ScienceDirect)

Surabaya, HAISAWIT - Tim peneliti Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan elektroda berbasis intan konduktif untuk mendeteksi kontaminan berbahaya 3-monochloropropane-1,2-diol (3-MCPD) pada minyak kelapa sawit. Teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan pangan dan mutu industri minyak sawit nasional.

Elektroda yang dikembangkan memanfaatkan nanopartikel intan yang didoping boron dan dimodifikasi dengan amina, lalu dipadukan pada elektroda layar cetak. Inovasi ini menghadirkan metode analisis yang sensitif dan selektif untuk mendeteksi 3-MCPD pada produk pangan berbasis minyak sawit.

Dikutip dari laman UNAIR, Minggu (28/9/2025), hasil uji karakterisasi menunjukkan batas deteksi elektroda mencapai 0,034 μM. Pengujian dilakukan menggunakan mikroskop elektron pemindaian (SEM), spektroskopi sinar-X energi-dispersif (EDX), dan spektroskopi Raman, sehingga membuktikan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Kontaminan 3-MCPD diketahui terbentuk pada proses pemanasan bersuhu tinggi. Senyawa ini memiliki dampak toksik terhadap ginjal dan testis, serta berpotensi menjadi karsinogen non-genotoksik. Karena itu, teknologi deteksi yang lebih cepat dan presisi sangat dibutuhkan industri pangan.

Dengan teknologi berbasis elektroda ini, pengawasan mutu minyak sawit dapat dilakukan lebih efektif. Produsen memiliki peluang untuk meningkatkan standar keamanan produk, sehingga dapat memenuhi regulasi internasional dan menjaga kepercayaan konsumen.

Inovasi ini menjadi salah satu langkah penelitian strategis di bidang pangan. Teknologi sensor yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara luas, tidak hanya dalam industri kelapa sawit, tetapi juga untuk keperluan lembaga pengawas pangan di Indonesia.

Riset ini menunjukkan bahwa pengembangan instrumen analitik berteknologi tinggi mampu memberikan solusi praktis bagi industri. Dengan batas deteksi yang rendah dan selektivitas tinggi, keberadaan 3-MCPD dapat dipantau lebih baik sejak tahap awal proses produksi.

Dijelaskan bahwa rancangan elektroda cetak layar berbasis nanopartikel intan ini memiliki potensi aplikatif dalam uji sampel nyata. Teknologi tersebut berperan mendukung upaya peningkatan kualitas produk berbahan dasar minyak kelapa sawit.

Langkah ini juga memberikan peluang untuk memperluas pemanfaatan hasil penelitian ke sektor lain. Teknologi yang sama berpotensi digunakan dalam proses kontrol kualitas pada industri makanan berbahan minyak nabati lainnya.

Pengembangan elektroda deteksi 3-MCPD ini menunjukkan hasil riset dapat berkontribusi langsung pada perlindungan konsumen. Melalui inovasi berbasis sains, produk minyak sawit Indonesia dapat lebih terjamin kualitas dan keamanannya di pasar domestik maupun global.***

Bagikan :

Artikel Lainnya