Riset Dr. Rima Purnamayani: Sawit Lahan Gambut Tetap Untung Asal Air Tanah Terjaga

Sawit lahan gambut di Riau bisa tetap menguntungkan asalkan pengaturan kedalaman muka air tanah optimal. Penelitian ini menekankan pentingnya kombinasi pengelolaan teknis dan dukungan sosial masyarakat sekitar untuk menjaga produktivitas dan lingkungan.

BERITA

Arsad Ddin

17 November 2025
Bagikan :

Foto: BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian

Jakarta, HAI SAWIT - Perkebunan sawit lahan gambut tetap dapat menghasilkan keuntungan apabila pengelolaan air tanah dilakukan secara tepat. Strategi berkelanjutan ini menjaga produktivitas sekaligus mempertahankan aspek lingkungan.

Sawit lahan gambut berbeda dengan kebun di lahan kering karena sifat lahan rawa yang unik. Pengaturan air harus memperhitungkan kesatuan hidrologis gambut agar tanaman tumbuh optimal dan risiko kebakaran dapat diminimalkan.

Dilansir laman BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, Senin (17/11/2025), riset di perkebunan sawit swasta Kabupaten Siak, Provinsi Riau, menunjukkan kedalaman muka air tanah ≤ 50 cm mampu mempertahankan kelembapan tanah ≥ 0,6 m³/m³, sehingga produktivitas tetap tinggi dan aman dari risiko kebakaran.

Riset ini menggunakan pendekatan Multi-Dimensional Scaling (MDS) untuk menilai keberlanjutan. Hasilnya, lokasi penelitian memperoleh nilai 84,17, menandakan sawit lahan gambut dapat tetap menguntungkan jika pengelolaan air dan dukungan sosial dijalankan bersamaan.

Pengelolaan air yang optimal mencakup pemasangan bendung atau weir di titik outlet, pemblokiran kanal, dan penanaman vegetasi penutup. Langkah-langkah ini membantu menjaga muka air tanah tetap stabil dan mengurangi risiko kebakaran.

Selain itu, sistem pemantauan kelembapan tanah dan muka air secara real-time diterapkan untuk mendeteksi tanda pengeringan lahan sejak dini. Strategi ini mendukung sawit lahan gambut tetap produktif dan berkelanjutan.

Dukungan masyarakat sekitar perkebunan menjadi faktor penting. Keterlibatan komunitas dalam pengelolaan air dan kegiatan sosial memperkuat implementasi praktik berkelanjutan, sehingga produktivitas dan keuntungan ekonomi tetap terjaga.

Pendekatan berkelanjutan juga menunjukkan sawit lahan gambut berperan dalam aspek lingkungan. Tanaman ini menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, dan menyimpan karbon dalam biomassa, sehingga mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.

Secara sosial, perkebunan sawit membantu pembangunan pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, sawit lahan gambut dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan di wilayah setempat.

Riset Dr. Rima Purnamayani menegaskan bahwa kombinasi teknologi pengelolaan air dan dukungan sosial menjadi kunci. Sawit lahan gambut dapat tetap menguntungkan, aman dari risiko kebakaran, dan berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Informasi lengkap mengenai strategi pengelolaan sawit lahan gambut dan peran dukungan sosial masyarakat dapat dibaca langsung di situs resmi BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian melalui tautan berikut, selengkap klik disini.***



Bagikan :

Artikel Lainnya