
Foto bersama Pemerintah Provinsi Lampung dengan pihak Cargill dalam peresmian Lampung Refinery, Cargill Main Office, Kecamatan Panjang, Senin (20/10/2025). (Foto: Dok. Diskominfotik Lampung)
Bandar Lampung, HAISAWIT – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Lampung Refinery Cargill akan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rantai sawit, dari hulu hingga hilir, sekaligus mendukung petani dan industri pengolahan di daerah.
Keberadaan fasilitas ini menjadi salah satu langkah penting transformasi ekonomi Lampung, dari sentra produksi pertanian menuju pusat pengolahan hasil pertanian bernilai tambah. Peresmian Lampung Refinery PT. Pacrim Nusantara Lestari Foods digelar di Cargill Main Office, Kecamatan Panjang, Senin (20/10/2025).
Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi atas investasi global yang dibawa Cargill ke Lampung. Ia menilai fasilitas refinery ini memperkuat posisi Lampung sebagai pusat industri pengolahan pertanian.
“Saat ini, sekitar 30 persen PDRB Lampung berasal dari sektor pertanian dan perkebunan, sementara industri pengolahan baru mencapai 19 persen. Kedepan, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan signifikan pada sektor industri pengolahan,” ujar Gubernur Mirza, dikutip dari laman Diskominfotik Lampung, Kamis (23/10/2025).
Gubernur menambahkan, Lampung Refinery menjadi bukti transformasi ekonomi daerah. Dari sebelumnya fokus pada produksi pertanian, Lampung kini bergerak menuju pusat pengolahan hasil pertanian bernilai tambah.
Menurutnya, keberadaan refinery memberikan dampak langsung kepada petani lokal. Dengan sebagian besar 190 ribu hektare kebun sawit di Lampung diusahakan rakyat, fasilitas ini dipastikan menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Refinery ini akan menjadi daya ungkit bagi petani, menstabilkan harga, serta mendorong semangat replanting,” ujarnya.
Selain mendukung sektor hulu, gubernur menilai kehadiran refinery memperkuat sektor hilir, termasuk logistik, transportasi, dan industri turunan. Hal ini meningkatkan efisiensi rantai pasok sawit di Lampung.
“Ini bukan hanya langkah besar bagi Cargill, tetapi juga bagi masa depan industri pengolahan hasil pertanian di Indonesia,” lanjutnya.
Gubernur juga menyoroti sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pengembangan industri.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung dunia usaha dengan peningkatan kualitas infrastruktur, digitalisasi layanan publik, penyederhanaan perizinan investasi, serta menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan kondusif,” lanjut Gubernur Mirza.***