
Medan, HAISAWIT – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Politeknik Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan turut ambil bagian dalam kegiatan Palmex Indonesia 2025, pameran teknologi kelapa sawit terbesar di Asia, yang digelar pada 7–9 Oktober 2025 di Santika Dyandra Convention Centre (SDCC), Medan, Sumatera Utara.
Palmex Indonesia 2025 mengusung tema “Palm Oil 4.0: Digitalization for a Sustainable Industry”, yang menyoroti transformasi industri kelapa sawit menuju era digital dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para pelaku industri, akademisi, dan pemerintah untuk berbagi pengetahuan, teknologi, serta inovasi terkini dalam upaya meningkatkan daya saing industri sawit nasional.
Beragam inovasi teknologi ditampilkan dalam pameran ini, antara lain :
- Smart Plantation Management Software, perangkat lunak berbasis cloud yang memanfaatkan IoT, AI, dan big data untuk mengoptimalkan manajemen perkebunan
- Waste Treatment & Biogas Systems, teknologi ramah lingkungan yang mengelola limbah pabrik sawit sekaligus menghasilkan energi terbarukan dari biogas
- AI-Optimized Refining Equipment, sistem penyulingan cerdas berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi energi dan kualitas produk.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai perusahaan terkemuka di industri kelapa sawit, seperti Myande Group, Alfa Laval, Famsun, JJ-Lurgi, Asia Raya Foundry, Muar Ban Lee, YKL Group, serta dukungan dari BPDP, Asian Agri, Sinar Mas Group, dan Bakrie Group.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Lila Harsyah Bakhtiar selaku perwakilan Kementerian Perindustrian menjadi salah satu pemateri utama. Beliau membawakan materi mengenai digitalisasi pada keterlacakan-keberlanjutan dan SDM berbasis pendidikan vokasional, yang berperan penting dalam mendukung kebijakan nasional hilirisasi industri kelapa sawit di Indonesia.
Melalui partisipasi PTKI Medan dalam Palmex Indonesia 2025, Kementerian Perindustrian berkomitmen memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan era industri 4.0, sekaligus mendorong kolaborasi riset dan inovasi yang berkelanjutan di sektor kelapa sawit nasional.