Petani Sawit Paser Jadi Penopang Ekonomi Daerah, Sumbang 8 Persen PDRB dan Serap 54 Ribu Tenaga Kerja

Perkebunan sawit di Kabupaten Paser menjadi sektor andalan dalam menopang perekonomian daerah. Kontribusinya mencapai sekitar 8 persen terhadap PDRB, sekaligus memberikan lapangan kerja bagi lebih dari 54 ribu orang.

BERITA

Arsad Ddin

14 September 2025
Bagikan :

(Foto: prokopim.paserkab.go.id)

Balikpapan, HAISAWIT – Perkebunan kelapa sawit menjadi sektor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi Kabupaten Paser. Pemerintah daerah menilai sawit mampu memperkuat peralihan menuju ekonomi hijau dan mengurangi ketergantungan pada usaha pertambangan.

Bupati Paser, dr Fahmi Fadli, mendorong pengembangan sektor sawit karena perannya tidak hanya sebagai komoditas unggulan, tetapi juga penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Sawit menjadi salah satu kekuatan baru dalam bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Dikutip dari laman Prokopim Paser, Minggu (14/9/2025), sektor kelapa sawit menyumbang sekitar 8 persen dari total 12 persen lebih kontribusi lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sawit juga menyerap sekitar 54.000 tenaga kerja di Kabupaten Paser.

Kehadiran sektor sawit tidak hanya tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Pekerjaan yang terbuka dari perkebunan sawit telah membantu mengurangi tingkat pengangguran di daerah.

Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan memberikan kemudahan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB). Hingga tahun 2025, lebih dari 5.000 STDB sudah diterbitkan untuk petani sawit.

Kebijakan ini menjadi pintu masuk bagi petani untuk bisa mengakses program yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Program itu meliputi peremajaan sawit rakyat, pembangunan sarana dan prasarana, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Berbagai manfaat dari program sawit sudah dirasakan petani, termasuk dukungan pendidikan. Sejumlah anak dari keluarga petani sawit mendapatkan kesempatan beasiswa yang difasilitasi melalui jalur kerja sama pemerintah dengan asosiasi petani.

Pada tahun 2025, delapan anak petani sawit asal Paser berhasil menerima beasiswa. Mereka menjadi bagian dari 71 penerima di Kalimantan Timur yang mendapatkan dukungan pendidikan khusus bagi generasi penerus keluarga petani sawit.

Selain itu, beasiswa ini menjadi salah satu bentuk perhatian bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Program ini juga memberikan akses lebih luas bagi anak-anak petani untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Langkah tersebut melengkapi upaya pemerintah daerah dalam membangun sektor sawit sebagai penggerak ekonomi. Kontribusi sawit bagi PDRB, penyerapan tenaga kerja, serta dukungan bagi pendidikan menunjukkan peran penting komoditas ini bagi Kabupaten Paser.***

Bagikan :

Artikel Lainnya