Mahasiswa Politeknik Aceh Raih Emas Lewat Teknologi VR untuk Efisiensi Pabrik Sawit di Ajang ICOMPEX 2025 Malaysia

Prestasi luar biasa ditorehkan 5 mahasiswa Politeknik Aceh dengan menyabet lima medali di ajang internasional ICOMPEX 2025 Malaysia. Satu emas didapat lewat teknologi VR untuk efisiensi pabrik sawit, perak diraih inovasi IoT untuk timbangan TBS, sementara tiga perunggu datang dari produk aromaterapi berbahan sawit, aplikasi SmartCost, serta prototipe motor AC tiga fasa.

BERITA HAI INOVASI SAWIT

Arsad Ddin

10 Oktober 2025
Bagikan :

Tim mahasiswa Politeknik Aceh tampil gemilang dengan membawa pulang satu emas, satu perak, dan tiga perunggu pada International Competition and Exhibition (ICOMPEX) 2025, Politeknik Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah, Malaysia, 12–14 Agustus 2025. (Foto: LLDIKTI XIII)

Banda Aceh, HAISAWIT – Mahasiswa Politeknik Aceh menorehkan prestasi internasional dengan meraih medali emas di ajang International Competition and Exhibition (ICOMPEX) 2025 di Politeknik Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah, Malaysia, 12–14 Agustus 2025.

Tim Program Studi Teknologi Informasi sukses menghadirkan sistem pelatihan berbasis virtual reality (VR) untuk pabrik kelapa sawit. Inovasi ini dikembangkan guna meningkatkan efisiensi operasional serta meminimalkan waktu henti mesin.

Karya berjudul Implementation of a Virtual Reality Based Palm Oil Mill Machine Training System to Reduce Machine Downtime and Increase Palm Oil Mill Operational Efficiency menjadi andalan tim hingga mampu mengungguli peserta dari sejumlah negara.

Selain emas, Politeknik Aceh juga membawa pulang medali perak melalui tim Program Studi Mekatronika. Karya yang ditampilkan berupa timbangan digital berbasis Internet of Things (IoT) yang membantu menjaga akurasi penimbangan tandan buah segar sekaligus memperkuat transparansi distribusi pascapanen.

Medali perunggu turut disumbangkan oleh tim Program Studi Akuntansi lewat karya PALM AURA, produk aromaterapi alami berbahan esens kelapa sawit. Produk ini dinilai inovatif karena ramah lingkungan dan mendukung penerapan konsep ekonomi hijau.

Program Studi Akuntansi Sektor Publik menambah catatan prestasi dengan aplikasi SmartCost. Aplikasi ini membantu pelaku UMKM menghitung harga pokok produksi secara efisien dan tepat, serta berhasil meraih perunggu pada ajang yang sama.

Satu perunggu lainnya datang dari Program Studi Teknologi Elektronika. Mahasiswa menciptakan prototipe soft starting motor AC tiga fasa menggunakan kendali analog yang berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran sistem tenaga.

Plt Direktur Politeknik Aceh, Ardian, S.E., M.Ak., CDMS, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan mahasiswa tidak lepas dari dukungan berbagai pihak dan kerja sama yang solid.

“Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Sejalan dengan semangat kolaborasi yang digaungkan oleh Wali Kota Banda Aceh, Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal, Politeknik Aceh akan terus berupaya melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri,” ujar Ardian, dikutip dari laman LLDIKTI Wilayah XIII, Jumat (10/10/2025).

Ajang ICOMPEX 2025 diikuti banyak perguruan tinggi dari berbagai negara. Gelaran ini menjadi wadah unjuk karya vokasi, sekaligus memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan riset terapan yang berdaya saing global.

Secara keseluruhan, Politeknik Aceh berhasil mengumpulkan lima medali: satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Capaian ini menambah daftar prestasi kampus vokasi tersebut di tingkat internasional, dengan sejumlah inovasi yang terkait erat pada pengembangan industri sawit.***

Bagikan :

Artikel Lainnya