Kementan: Potensi 2,2 Juta Sapi Bisa Dipelihara di Kebun Sawit Nasional

Kementerian Pertanian mencatat potensi pemeliharaan hingga 2,2 juta ekor sapi pada 4,4 juta hektar lahan yang direkomendasikan untuk Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA). Skema ini tercatat mampu memangkas biaya pupuk herbisida sekitar 30 persen.

BERITA

Arsad Ddin

30 Agustus 2025
Bagikan :


Banjarbaru, HAISAWIT – Kementerian Pertanian menyebut potensi besar pengembangan peternakan sapi di lahan perkebunan sawit. Dengan penerapan sistem integrasi, sebanyak 2,2 juta ekor sapi bisa dipelihara di kebun sawit nasional.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, Suparmi, mengatakan pihaknya mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan perkebunan sawit di daerahnya untuk program integrasi sapi.

“Kami berinisiatif untuk memanfaatkan secara maksimal semua sumberdaya lahan, baik itu lahan perkebunan, lahan tanaman pangan, lahan pemutaran yang bisa dimanfaatkan untuk pangan, maupun lahan bekas ekstraksi tambang,” ujar Suparmi, dikutip dari laman Ditejen PKH Kementan, Sabtu (30/8/2025).

Suparmi menjelaskan, dari total 16,38 juta hektar kebun sawit di Indonesia, sekitar 4,4 juta hektar direkomendasikan dapat mendukung Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA). Perhitungan ini menunjukkan kapasitas maksimal pemeliharaan hingga 2,2 juta ekor sapi.

Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, mengapresiasi langkah Kalimantan Selatan dalam mendorong penerapan SISKA. Menurutnya, integrasi sapi dengan kebun sawit membawa manfaat ekonomi dan memperkuat pembangunan berkelanjutan.

“Ini menjadi momen penting untuk menguatkan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Tri Melasari.

Tri juga menyampaikan bahwa integrasi sapi dengan kebun sawit dapat menurunkan biaya pemeliharaan tanaman.

“Dengan adanya sapi di kebun kelapa sawit dapat mengurangi biaya pupuk herbisida kurang lebih 30%,” tegas Tri.

Di Kalimantan Selatan, lahan sawit tercatat mencapai 504 ribu hektar. Sekitar 86 persen lahan dikelola perusahaan, sementara sisanya merupakan kebun milik pekebun rakyat.

Hingga saat ini, sebanyak 13 perusahaan perkebunan di Kalimantan Selatan sudah menandatangani komitmen untuk menjalankan SISKA. Pemerintah menargetkan implementasi program ini segera berjalan di lapangan.

Angka 2,2 juta ekor merupakan estimasi kapasitas pemeliharaan berdasarkan rekomendasi 4,4 juta hektar lahan untuk SISKA.***

Bagikan :

Artikel Lainnya