Sabah Masih Bergantung pada Pekerja Sawit Indonesia, Konsulat RI Dorong Penyaluran Resmi

Industri kelapa sawit Sabah bergantung pada ribuan tenaga kerja asal Indonesia untuk menjaga produktivitas di lapangan. Melalui forum Business Matching Ketenagakerjaan di Tawau, Konsulat RI berupaya memperkuat tata kelola penyaluran tenaga kerja sawit agar sesuai dengan aturan ketenagakerjaan kedua negara.

BERITA

Arsad Ddin

26 Oktober 2025
Bagikan :

Konsulat Republik Indonesia Tawau bersama PERPEMINDO menyelenggarakan Business Matching Ketenagakerjaan di Tawau, Jumat (17/10/2025). (Foto: Kemlu RI)

Tawau, HAISAWIT – Sabah membutuhkan ribuan pekerja asal Indonesia untuk menjaga produktivitas di sektor perkebunan kelapa sawit. Permintaan tenaga kerja meningkat seiring meluasnya areal tanam dan tingginya kebutuhan produksi di wilayah tersebut.

Kebutuhan ini mendorong pemerintah dan pelaku usaha di Malaysia memperkuat kerja sama dengan lembaga penyalur tenaga kerja dari Indonesia agar proses perekrutan berlangsung resmi dan berkelanjutan. Upaya itu dibahas dalam kegiatan Business Matching Ketenagakerjaan di Tawau, 17 Oktober 2025.

Dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri, Minggu (26/10/2025), lebih dari separuh pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit Sabah merupakan warga negara Indonesia. Angka ini menunjukkan tingginya ketergantungan industri sawit Malaysia terhadap tenaga kerja dari Indonesia.

Pelaksanaan forum di Tawau dihadiri perwakilan Jabatan Tenaga Kerja Daerah Tawau, pimpinan PERPEMINDO, serta sekitar 50 peserta dari agensi dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Sabah.

Konsulat RI Tawau menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi antara pihak Malaysia dan Indonesia guna memperkuat tata kelola penyaluran tenaga kerja sawit. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia di Sabah.

Sektor perkebunan sawit di Sabah diketahui menjadi penggerak utama perekonomian wilayah tersebut. Kontribusi tenaga kerja asal Indonesia dinilai signifikan dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri pengolahan minyak sawit di Malaysia bagian timur.

Dalam forum tersebut, PERPEMINDO menyampaikan apresiasi terhadap fasilitasi yang diberikan oleh Konsulat RI Tawau. Setelah kegiatan serupa sebelumnya diadakan di Kota Kinabalu, pertemuan di Tawau diharapkan memperluas kerja sama antarperusahaan.

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan juga diisi dengan sesi business matching antara agensi Malaysia dan perusahaan penyalur tenaga kerja dari Indonesia. Para peserta berkesempatan membahas kebutuhan spesifik tenaga kerja perkebunan sawit di berbagai wilayah Sabah.

Konsulat RI Tawau menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan kedua negara agar proses perekrutan berjalan transparan. Pemantauan dan evaluasi terhadap perusahaan yang belum sepenuhnya patuh akan dilakukan secara berkala.

Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata, sesi foto bersama, serta ramah tamah antarperwakilan lembaga dan perusahaan. Momen tersebut menandai kelanjutan kolaborasi antara pelaku usaha penempatan tenaga kerja Indonesia dan agensi Malaysia di sektor perkebunan sawit.***

Bagikan :

Artikel Lainnya