GAPKI Dorong UMKM Sawit Jadi Penggerak Hilirisasi di 2nd Expouse 2025 Yogyakarta

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendorong peran UMKM sebagai motor hilirisasi sawit melalui ajang 2nd Expouse 2025 di Yogyakarta. Melalui pameran yang berlangsung enam hari, pelaku usaha kecil diberi ruang memperkenalkan produk turunan sawit untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan membuka lapangan kerja baru.

BERITA

Arsad Ddin

7 Oktober 2025
Bagikan :

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono hadir secara Hybrid dalam acara 2nd Expouse 2025, Selasa (30/2025). (Foto: GAPKI)

Yogyakarta, HAISAWIT - Gelaran 2nd Expouse 2025 yang berlangsung di Auditorium LPP Agro Nusantara, Yogyakarta, menjadi ajang penting bagi UMKM sawit untuk memperluas perannya dalam hilirisasi produk turunan. Acara ini berlangsung 29 September hingga 4 Oktober 2025.

Kegiatan yang diprakarsai Politeknik LPP Yogyakarta menghadirkan pameran produk UMKM berbasis sawit serta diskusi tentang peluang industri turunan sawit. Melalui acara ini, pelaku usaha kecil dan menengah diajak untuk memanfaatkan potensi sawit guna memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.

Dukungan terhadap peran UMKM dalam hilirisasi sawit juga datang dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Ketua Umum GAPKI Eddy Martono hadir secara virtual dan menekankan pentingnya keterlibatan UMKM dalam memperluas ekosistem hilir sawit.

“GAPKI mendukung UMKM yang menggunakan produk turunan sawit. Hilirisasi yang inklusif akan memastikan manfaat industri sawit dapat dirasakan hingga lapisan terbawah ekonomi. Dengan begitu, UMKM bisa semakin tangguh, lapangan kerja tercipta lebih luas, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dapat diwujudkan,” ujar Eddy, dikutip dari laman GAPKI, Selasa (7/10/2025).

Eddy menambahkan bahwa hilirisasi sawit membuka peluang besar bagi UMKM untuk menciptakan inovasi. Ia menilai semakin banyak produk berbahan sawit, maka variasi yang ditawarkan juga meningkat, sehingga penjualan dapat mendorong keberlangsungan usaha kecil menengah.

“Dengan semakin banyak produk berbahan sawit, variasi produk bertambah, penjualan meningkat, dan UMKM pun bisa terus bertahan bahkan berkembang,” ungkap Eddy.

Selain menekankan potensi pasar, Eddy juga mengingatkan pentingnya langkah strategis yang bisa ditempuh pelaku UMKM sawit agar mampu bersaing. Peningkatan kualitas produk dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar usaha kecil menengah tidak tertinggal.

“UMKM juga harus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, serta memanfaatkan peluang digitalisasi untuk bersaing di pasar,” kata Eddy.

Gelaran ini disambut antusias peserta, termasuk pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir. Sejumlah peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai produk turunan sawit serta peluang hilirisasi yang terbuka luas melalui dukungan dari berbagai pihak.

“Semoga acara ini bisa terus diadakan setiap tahun untuk mendukung perkembangan UMKM berbasis sawit,” ujar salah satu peserta.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri tokoh pendidikan dan pemerintah daerah, di antaranya Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) Sosiawan Hary Kustanto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Syam Arjayanti, perwakilan BPDPKS Fajar Rokhman Yunandaru, serta Kepala KPPN Yogyakarta Arvi Risnawati.***

Bagikan :

Artikel Lainnya