Presiden Prabowo Singgung Ironi Kelangkaan Minyak Goreng di Negeri Produsen Sawit Terbesar Dunia

Presiden Prabowo Subianto mengungkap keheranannya atas kelangkaan minyak goreng di Indonesia, meski menjadi produsen sawit terbesar dunia, dan menilai ada permainan manipulasi yang merugikan rakyat.

BERITA

Arsad Ddin

16 Agustus 2025
Bagikan :

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/82025). (Foto: Setkab RI)

Jakarta, HAISAWIT - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya terkait kondisi ekonomi nasional, termasuk fenomena kelangkaan minyak goreng di Indonesia yang merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR-RI serta Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI, Prabowo mengungkap keheranannya atas situasi tersebut. Ia menilai hal itu tidak masuk akal dan berkaitan dengan permainan manipulasi.

“Sungguh aneh negara dengan produksi kelapa sawit terbesar di dunia pernah mengalami kelangkaan minyak goreng. Ini aneh sekali, tidak masuk di akal sehat, dan ternyata ada permainan manipulasi yang tadi sudah disinggung oleh ketua DPR yang saya beri nama serakahnomics,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari laman Setkab, JumSabtu (16/8/2025).

Prabowo juga menyinggung masalah pemerataan hasil pembangunan. Ia menyebut masih ada kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar, meski Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi positif.

“Masih terlalu banyak anak-anak yang kelaparan, petani dan nelayan yang kesulitan menjual hasil panennya, rakyat yang belum memiliki rumah layak huni, guru yang belum dihargai, serta keluarga yang tak sanggup berobat karena biaya atau karena tidak ada fasilitas kesehatan di daerahnya,” kata Presiden.

Dalam laporannya, Prabowo menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,12 persen di tengah tantangan global. Realisasi investasi semester pertama 2025 tercatat Rp942 triliun atau meningkat 13,6 persen dibanding periode sebelumnya.

Investasi tersebut telah menyerap 1,2 juta tenaga kerja. Pemerintah juga membentuk 80 ribu Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat perekonomian desa dan menyediakan bahan pokok bersubsidi.

“Koperasi di setiap desa akan meningkatkan ekonomi desa dan menciptakan jutaan lapangan kerja,” ujar Prabowo.

Selain itu, pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia dengan aset kelolaan lebih dari 1 triliun dolar AS. Lembaga ini diarahkan untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, termasuk sektor strategis lainnya.

Pada bidang kesehatan, pemerintah telah memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lebih dari 18 juta warga. Peningkatan fasilitas juga dilakukan pada 66 rumah sakit di 66 kabupaten.

Kawasan Ekonomi Khusus Sanur saat ini sedang dikembangkan menjadi pusat layanan medis internasional. Program ini diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan berkualitas di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada fasilitas medis luar negeri.***

Bagikan :

Artikel Lainnya