Petani Sawit Bisa Langsung Dapat Bantuan Jika Sudah Punya Sertifikat ISPO dan Lahan yang Jelas

Partisipasi petani sawit swadaya dalam program ISPO masih berada di bawah satu persen dari total luas kebun rakyat. BPDP menilai integrasi dengan PSR berpotensi mengurangi beban administrasi dan membuka akses insentif lebih cepat bagi petani.

BERITA

Arsad Ddin

6 Agustus 2025
Bagikan :


Jakarta, HAISAWIT – Sinergi antara Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dinilai berpotensi mempercepat akses bantuan bagi petani sawit yang sudah memenuhi persyaratan.

Plt. Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit II Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP), Dwi Nusantara, menyebut bahwa penyatuan proses pendampingan dan pendanaan menjadi langkah strategis.

Dikutip dari laman BPDP, Rabu (6/8/2025), tingkat kepesertaan petani swadaya dalam program ISPO masih di bawah satu persen dari total luas kebun sawit rakyat di Indonesia per Februari 2025.

Kondisi ini menjadi perhatian dalam Lokakarya Nasional Percepatan Sertifikasi ISPO yang digelar di Jakarta, yang turut membahas penggabungan skema PSR dan ISPO agar lebih praktis bagi petani.

Persyaratan administratif yang serupa antara PSR dan ISPO dinilai bisa digabungkan dalam satu jalur proses. Dengan demikian, petani tidak perlu menjalani dua tahapan yang tumpang tindih.

Usulan ini mencakup penyusunan skema insentif terpadu yang memberi akses bantuan langsung, seperti alat berat, sarana prasarana, dan pupuk, bagi petani yang sudah bersertifikat ISPO dan memiliki status lahan yang sah.

Menurut paparan dalam kegiatan tersebut, status legal lahan dan kepemilikan sertifikat ISPO disebut menjadi pintu masuk penting untuk mendapatkan bantuan tanpa harus menunggu insentif harga yang belum tentu diterima.

BPDP juga mendorong penyusunan regulasi yang lebih jelas dari kementerian teknis agar proses integrasi program tidak membingungkan di lapangan.

Selain itu, koordinasi lintas instansi dan peningkatan sosialisasi kepada petani menjadi bagian dari strategi agar informasi mengenai program ini bisa lebih mudah diakses.

Kebijakan berbasis insentif langsung disebut sebagai pendekatan yang sedang dibangun untuk mempercepat keterlibatan petani sawit swadaya dalam program sertifikasi nasional.***

Bagikan :

Artikel Lainnya