Pemprov Kaltim Siap Ciptakan Iklim Investasi Sawit yang Kondusif dan Inklusif

Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, mengajak GAPKI menjadi mitra strategis dalam mewujudkan transformasi industri sawit yang terintegrasi, sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berpihak pada masyarakat.

BERITA

Arsad Ddin

4 Agustus 2025
Bagikan :

Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas'ud menghadiri Rapat Kerja Cabang GAPKI Kaltim di Hotel Aston Samarinda pada Kamis (31/7/2025). (Foto: Dok. Disbun Kaltim)

Samarinda, HAISAWIT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan kesiapan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan inklusif bagi pengembangan industri kelapa sawit.

Harapan ini disampaikannya Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas'ud (Harum) dalam acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) GAPKI Kaltim yang berlangsung di Hotel Aston, Kamis (31/7/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Harum menilai sektor sawit memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Kami mengajak GAPKI dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan integrasi dan transformasi industri ini,” ujar Gubernur Harum, dikutip dari laman Disbun Kaltim, Senin (4/8/2025).

Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga global, isu lingkungan, dan regulasi perdagangan menjadi tantangan yang perlu dihadapi secara bersama-sama oleh pemerintah dan pelaku usaha.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kaltim, luas perkebunan kelapa sawit di provinsi ini telah mencapai lebih dari 1,4 juta hektare. Komoditas ini berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian.

Tak hanya itu, industri sawit juga menyerap banyak tenaga kerja dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan yang menjadi sentra produksi.

Rakercab GAPKI Kaltim turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, pengurus GAPKI, serta perwakilan pelaku usaha kelapa sawit yang bergerak di sektor hulu dan hilir.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Andi Siddik, menyebutkan Rakercab menjadi forum strategis untuk menyatukan pandangan antara pemangku kepentingan dan pelaku usaha sawit.

“Kami berharap GAPKI dapat terus menjadi mitra aktif dalam mendorong peningkatan kapasitas petani sawit rakyat, penguatan kelembagaan, dan percepatan implementasi kebijakan berkelanjutan,” ujar Andi Siddik.

Sementara itu, dalam sesi penutupan Rakercab, Gubernur RHarukembali menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran industri sawit sebagai penggerak ekonomi daerah.

"Kami yakin, dengan kerja sama, komitmen, dan kolaborasi, sektor kelapa sawit Kaltim akan terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi masyarakat," ucapnya.***

Bagikan :

Artikel Lainnya