Pemkab Pasbar Gandeng Perusahaan Sawit Lewat Program “Brondol Sawit” untuk Tekan Kemiskinan dan Stunting

Pemkab Pasbar menggandeng perusahaan kelapa sawit melalui program “Brondol Sawit” untuk menyalurkan CSR kepada keluarga miskin dan anak stunting. Kolaborasi ini bagian upaya percepatan penurunan angka kemiskinan dan stunting di wilayah Pasbar.

BERITA

Arsad Ddin

21 Agustus 2025
Bagikan :

Pemkab Pasbar menyelenggarakan penyerahan CSR perusahaan sawit melalui program Brondol Sawit di halaman kantor bupati, Pasaman Barat, Minggu (17/8/2025). (Foto: Dok. Diskominfo Pasaman Barat)

Pasbar, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) bekerja sama dengan sejumlah perusahaan kelapa sawit untuk mengatasi kemiskinan dan stunting. Dukungan diwujudkan melalui penyerahan dana Corporate Social Responsibility (CSR) usai upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Penyerahan CSR senilai total Rp304.950.000 dilakukan oleh Bupati Pasbar, Yulianto, didampingi Wakil Bupati M. Ihpan, Forkopimda, Sekda Doddy San Ismail, serta Plt. Kepala Bappelitbangda Ikhwanri. Dana disalurkan kepada 10 keluarga penerima manfaat.

Beberapa perusahaan sawit ikut berpartisipasi. PT BPP menyerahkan CSR sebesar Rp100.200.000, diwakili Rispanda Putra. Wilmar Group memberikan CSR Rp75.750.000 melalui beberapa pimpinan unit, termasuk PT PMJ dan PT PHP.

PT GSA, PT BSS, dan PT USM masing-masing menyerahkan CSR senilai Rp43.000.000. Penyerahan dilakukan langsung oleh perwakilan perusahaan, seperti David Fernanda dari PT BSS, kepada keluarga miskin terdampak stunting.

Data penerima manfaat berasal dari P3KE Kemenko PMK dan telah diverifikasi pemerintah kecamatan setempat. Kesepuluh keluarga tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Koto Balingka, Sungai Aur, dan Gunung Tuleh.

Plt. Kepala Bappelitbangda Pasbar, Ikhwanri, menjelaskan bahwa program ini masuk dalam inovasi daerah bernama “Brondol Sawit” (Berkolaborasi Kendalikan dan Nolkan Stunting melalui Intervensi Sensitif Terpadu).

Program ini menyasar percepatan penurunan angka kemiskinan dan stunting di Pasbar. Bupati Yulianto menyampaikan optimisme mengenai target program tersebut.

“Pemkab Pasbar optimistis target tersebut bisa dicapai melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, tidak hanya perusahaan sawit. Pihak perbankan, Baznas, tokoh agama, tokoh adat, hingga Tanoto Foundation juga digandeng untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting di Pasbar,” ujar Yulianto, dikutip dari FP Diskominfo Pasaman Barat, Kamis (21/8/2025).

Berdasarkan data terakhir, angka kemiskinan Pasbar pada akhir 2024 tercatat 7% atau sekitar 34.600 jiwa. Sementara kemiskinan ekstrem tercatat 0,70% atau 3.410 jiwa. Prevalensi stunting 2024 sekitar 26,6%.

Target Pemkab Pasbar pada 2025 adalah menurunkan angka kemiskinan menjadi 5,75%, kemiskinan ekstrem 0%, dan prevalensi stunting 13,5%. CSR dari perusahaan sawit menjadi bagian dari strategi mencapai angka tersebut.***

Bagikan :

Artikel Lainnya