Tim IPB University bersama mitra nasional dan internasional mengembangkan sistem tumpang sari antara sawit, kacang koro, dan padi IPB 9G di lahan replanting sawit Kalimantan Selatan melalui program SustainPalm.
Arsad Ddin
29 Juli 2025Tim IPB University bersama mitra nasional dan internasional mengembangkan sistem tumpang sari antara sawit, kacang koro, dan padi IPB 9G di lahan replanting sawit Kalimantan Selatan melalui program SustainPalm.
Arsad Ddin
29 Juli 2025
Bogor, HAISAWIT – Tim IPB University bersama sejumlah mitra mengembangkan sistem tumpang sari tanaman pangan di lahan peremajaan sawit di Desa Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Model tersebut dikenal dengan istilah “koronisasi”, yakni pola tanam antara kelapa sawit, kacang koro, dan padi IPB 9G. Program ini merupakan bagian dari kerja sama SustainPalm antara Indonesia dan Belanda.
Kolaborasi melibatkan IPB University, Wageningen University and Research (WUR) Belanda, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan PT Citra Putra Kebun Asri (CPKA).
Uji coba dimulai sejak Februari 2023 untuk penanaman kacang koro. Hasilnya menunjukkan produktivitas antara 2,5 hingga 3 ton per hektare, meskipun penggunaan pupuk sangat minimal.
Pada tahap selanjutnya, dilakukan tumpang sari sawit-padi mulai April hingga 23 Juli 2025. Panen padi IPB 9G mencapai sekitar 3 ton per hektare di lahan sawit yang belum menghasilkan.
Prof Sudradjat, salah satu peneliti dari IPB University, menjelaskan bahwa kacang koro berperan penting dalam peningkatan kualitas tanah sebelum padi ditanam.
“Selain itu, akar koro juga memperbaiki struktur tanah, meningkatkan porositas, dan memperbesar kapasitas tanah dalam menyimpan air,” ujar Prof Sudradjat, dikutip dari laman IPB, Selasa (29/07/2025).
Ia menambahkan bahwa tanaman ini juga memiliki nilai ekonomis karena kandungan proteinnya yang tinggi.
“Manfaat kacang koro tidak sebatas pada perbaikan lahan. Biji koro mengandung protein tinggi (25–27%) dan berpotensi sebagai bahan baku pakan ternak,” ucapnya.
Prof Sudradjat menjelaskan lebih lanjut bahwa biji koro juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.
“Setelah melalui proses pengolahan, biji koro juga dapat dimanfaatkan untuk produk pangan seperti tempe koro dan camilan koro goreng,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa strategi dalam program SustainPalm fokus pada pemanfaatan lahan replanting yang efisien.
“Strateginya dengan menargetkan pemanfaatan lahan yang efisien dan efektif melalui penanaman tumpang sari sawit dengan tanaman pangan,” ungkap Prof Sudradjat.***