Modernisasi Perkebunan Sawit, Dari Penggunaan AI Hingga Kendali Hama Berbasis Teknologi

Integrasi teknologi otomatisasi dan mekanisasi pada lahan berbukit menjadi solusi terbaru bagi industri kelapa sawit. Profesional lintas negara mengulas penggunaan data digital untuk memastikan keberlanjutan produksi dan ketahanan energi.

HAI SAWIT EVENT

Arsad Ddin

18 Januari 2026
Bagikan :

Jakarta, HaiSawit – Pemanfaatan teknologi digital mutakhir kini menjadi pilar utama dalam transformasi operasional perkebunan kelapa sawit di wilayah regional. HaiSawit Simposium (HASI) 2026 yang dijadwalkan pada 22–23 April 2026 di Jakarta akan memaparkan berbagai inovasi sistem cerdas untuk memperkuat sektor ini.

Fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut mencakup integrasi perangkat pintar guna meningkatkan efisiensi dan produksi. Skala modernisasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mengadopsi standar manajemen terbaik secara komprehensif.

Beberapa teknologi kunci yang menjadi pusat perhatian antara lain penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk manajemen perkebunan pintar, penggunaan pesawat nirawak (drone) untuk akurasi pemupukan dan pengawasan area, sistem pemantauan berbasis Global Positioning System (GPS) untuk aktivitas harian kebun, serta pemanfaatan instrumen digital dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Integrasi Sistem Cerdas

Penerapan AI menjadi terobosan penting untuk mengolah data agronomi secara otomatis dan presisi. Pakar dari berbagai perusahaan besar akan mendemonstrasikan bagaimana algoritma cerdas membantu manajer kebun dalam mengambil keputusan strategis.

Sistem ini didukung oleh penggunaan GPS untuk memetakan infrastruktur dan memantau aset bengkel secara real-time. Akurasi data lokasi memastikan setiap kegiatan operasional terdokumentasi dengan baik guna meminimalisir kesalahan prosedur di lapangan.

Proteksi tanaman juga beralih ke metode berbasis teknologi untuk mendeteksi ancaman sejak dini. Penggunaan sensor dan data digital memungkinkan penanganan organisme pengganggu tumbuhan dilakukan secara lebih terukur tanpa mengganggu ekosistem secara berlebihan.

Optimalisasi Mekanisasi Lahan

Modernisasi turut menyasar efisiensi pemupukan melalui penggunaan drone yang mampu menjangkau area sulit. Teknologi ini menjamin distribusi nutrisi tanaman yang lebih merata sekaligus memperkuat sistem keamanan melalui penginderaan jauh.

Pada aspek peremajaan, teknik replanting mekanis dikembangkan khusus untuk menghadapi tantangan lahan berbukit. Metode ini mempermudah mobilitas alat berat sehingga proses penanaman kembali dapat selesai lebih cepat dibandingkan metode manual.

Manajemen transportasi hasil panen juga mengalami pembaruan sistem evakuasi buah dari blok kebun ke pabrik. Inovasi pada alat angkut dan metode panen diupayakan agar kualitas tandan buah segar tetap terjaga selama perjalanan.

Informasi Pendaftaran Peserta

Simposium ini membuka kesempatan bagi para praktisi untuk mempelajari detail implementasi teknologi tersebut secara langsung. Penyelenggara membagi biaya registrasi ke dalam tiga tahapan waktu guna memfasilitasi kebutuhan peserta.

Detail biaya pendaftaran yang berlaku adalah sebagai berikut:

  • Early Bird: Rp 1.850.000 per peserta (1–31 Desember 2025).  
  • Pendaftaran Reguler: Rp 2.750.000 per peserta (1 Januari–28 Februari 2026).  
  • Late Registration: Rp 3.500.000 per peserta (1 Maret–20 April 2026).
Seluruh rangkaian diskusi akan menghasilkan rekomendasi resmi bagi kemajuan industri sawit yang akan dirumuskan oleh HIPKASI dan Haisawit Indonesia. Dokumen ini menjadi rujukan penting bagi pelaku usaha dalam menyusun peta jalan digitalisasi kebun.

Dapatkan akses informasi dan jaringan profesional ini dengan menghubungi panitia melalui Bapak Dwi (+62821-5562-9370) atau Bapak Topik (+62857-5164-4202).***



Bagikan :

Artikel Lainnya