HASI 2026, Kesempatan Langka Bertemu Ratusan Profesional Sawit Indonesia dan Malaysia

Praktisi industri kelapa sawit lintas negara menghadiri pertemuan strategis di Jakarta guna mendalami teknik manajemen perkebunan modern. Forum tersebut memfasilitasi pertukaran informasi mengenai mekanisasi dan adopsi teknologi digital secara menyeluruh.

BERITA

Arsad Ddin

18 Januari 2026
Bagikan :

Kepala Pusat  BRMP Perkebunan,  Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, mewakili Menteri Pertanian dan Kepala Badan BRMP, Saat Acara HASI 2025.

Jakarta, HaiSawit – Haisawit Indonesia menggelar HaiSawit Simposium (HASI) 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta pada 22 hingga 23 April 2026 mendatang. Pertemuan strategis ini mempertemukan para profesional perkebunan guna membedah pembaruan praktik manajemen terbaik atau Best Management Practice (BMP).

Acara berskala regional tersebut menjadi wadah kolaborasi antara praktisi kelapa sawit Indonesia dan Malaysia. Fokus utama diskusi mencakup upaya peningkatan produksi sawit nasional serta penguatan ketahanan energi melalui pengelolaan perkebunan yang modern dan efisien.

Inovasi Teknologi Perkebunan

Simposium ini menghadirkan serangkaian sesi teknis yang membahas integrasi teknologi mutakhir dalam operasional lapangan. Para ahli akan memaparkan materi mulai dari teknik penanaman kembali hingga penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Beberapa topik utama yang menjadi pembahasan antara lain:

  • Teknik replanting pada area datar dan berbukit untuk mendukung mekanisasi.
  • Penerapan Smart Plantation melalui teknologi AI di perkebunan kelapa sawit.
  • Penggunaan teknologi drone untuk efisiensi pemupukan dan sistem keamanan kebun.
  • Pemanfaatan Global Positioning System (GPS) dalam aktivitas operasional harian.

Solusi Masalah Sosial dan Hama

Selain teknologi, HASI 2026 mengulas strategi penyelesaian isu sosial, lahan plasma, dan aspek legalitas. Diskusi ini melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) University.

Sesi teknis lainnya mendalami penggunaan teknologi pengendalian hama dan penyakit tanaman. Perwakilan dari perusahaan besar seperti Asian Agri Group dan FGV Holding Berhad akan berbagi pengalaman mengenai perlindungan tanaman secara efektif.

Peserta juga akan mendapatkan pemaparan mendalam mengenai metode panen dan transportasi di lahan miring. Sesi ini sangat krusial bagi perusahaan yang memiliki konsesi lahan dengan topografi ekstrem di wilayah Indonesia dan Malaysia.

Detail Registrasi Peserta

Pihak penyelenggara menyediakan tiga skema biaya pendaftaran bagi calon peserta yang ingin bergabung dalam forum ini. Penentuan harga berdasarkan waktu pendaftaran guna mengakomodasi perencanaan kehadiran para profesional lebih awal.

Berikut rincian biaya registrasi HASI 2026:

  • Early Bird: Rp 1.850.000 per peserta (1 – 31 Desember 2025).
  • Reguler: Rp 2.750.000 per peserta (1 Januari – 28 Februari 2026).
  • Late Registration: Rp 3.500.000 per peserta (1 Maret – 20 April 2026).

Himpunan Profesional Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) bersama Haisawit Indonesia akan merumuskan rekomendasi resmi pada akhir acara. Dokumen ini menjadi acuan strategis bagi pelaku industri dalam menghadapi tantangan perkebunan sawit masa depan.

Segera daftarkan diri Anda melalui kontak resmi panitia di nomor +62821-5562-9370 (Mr. Dwi) atau +62857-5164-4202 (Mr. Topik) untuk mengamankan slot kehadiran di simposium bergengsi ini.***


Bagikan :

Artikel Lainnya