Minyak Sawit Menjadi Pilar Utama Konsumsi Minyak Nabati di India

Minyak sawit memegang peran dominan dalam struktur konsumsi minyak nabati India. Kebutuhan yang mencapai lebih dari 25 juta ton per tahun mendorong impor dalam jumlah besar, terutama untuk memenuhi sektor horeca, rumah tangga, dan industri pengolahan.

BERITA

Arsad Ddin

1 Desember 2025
Bagikan :

Sumber: bpdp.or.id

Jakarta, HAI SAWIT – India menjadi salah satu pasar terbesar minyak nabati dunia, dengan porsi konsumsi minyak sawit yang terus meningkat seiring kebutuhan domestik yang mencapai lebih dari 25 juta ton per tahun.

Struktur konsumsi minyak nabati di negara tersebut menunjukkan minyak sawit menempati porsi terbesar dibandingkan minyak kedelai, minyak mustar, dan minyak bunga matahari yang beredar di pasar domestik.

Dilansir dari laman BPDP, Senin (01/12/2025), konsumsi minyak nabati India mencapai sekitar 25–27 juta ton per tahun, dengan komposisi minyak sawit sebesar 33 persen, minyak kedelai 24 persen, minyak mustar 16 persen, dan minyak bunga matahari delapan persen.

USDA pernah menyampaikan bahwa minyak sawit menjadi komponen penting dalam kebutuhan minyak nabati India, terutama dalam memenuhi pasokan yang tidak mampu dipenuhi oleh produksi domestik.

Untuk menjamin ketersediaan, India mengandalkan impor minyak nabati dengan volume mencapai sekitar 15 juta ton pada 2022, dan sekitar 62 persen di antaranya merupakan minyak sawit asal negara produsen.

Impor minyak sawit masuk terutama dalam bentuk bahan baku, baik crude palm oil maupun refined palm oil yang kemudian diproses kembali melalui industri pengolahan di dalam negeri.

Sektor hotel, restoran, dan catering menjadi pengguna terbesar minyak sawit di India, disusul konsumsi rumah tangga, industri bakery dan vanaspati, industri biskuit, serta kebutuhan frying skala besar.

Penggunaan minyak sawit untuk berbagai jenis produk olahan memberikan peluang industri pengolahan di India mendapatkan nilai tambah melalui proses hilirisasi.

Kegiatan hilirisasi tersebut menumbuhkan permintaan tenaga kerja baru melalui aktivitas pengolahan, distribusi, hingga layanan pendukung yang berkembang mengikuti kebutuhan industri.

Studi sebelumnya mencatat aktivitas hilir minyak sawit mampu menciptakan lebih dari satu juta kesempatan kerja di India melalui efek langsung, tidak langsung, dan lanjutan.

Selain itu, proses hilirisasi minyak sawit berkontribusi terhadap pembentukan pendapatan nasional yang nilainya mencapai sekitar US$5,5 miliar atau setara lebih dari Rp90 triliun berdasarkan perhitungan lembaga riset ekonomi.***

Bagikan :

Artikel Lainnya