Kupas Tuntas Smart Plantation, HASI 2026 Jadi Referensi Utama Digitalisasi Perkebunan Sawit

Simposium di Jakarta menyediakan referensi utama mengenai mekanisasi dan digitalisasi perkebunan bagi para pengelola kebun. Kegiatan bertujuan memberikan panduan teknis terkait penggunaan perangkat lunak manajemen kebun terpadu untuk meningkatkan produktivitas nasional.

HAI SAWIT EVENT

Arsad Ddin

14 Januari 2026
Bagikan :


Jakarta, HaiSawit – Gelaran Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 resmi menetapkan transformasi teknologi sebagai agenda utama dalam pertemuan praktisi di Jakarta pada 22–23 April 2026. Forum ini membedah implementasi perkebunan pintar atau Smart Plantation.

Simposium berskala internasional tersebut memfasilitasi transfer pengetahuan mengenai integrasi kecerdasan buatan dan pemantauan jarak jauh. Para pakar teknologi dari Indonesia serta Malaysia memaparkan data efektivitas penggunaan alat digital dalam meningkatkan produktivitas kebun.

Penerapan digitalisasi perkebunan menjadi solusi teknis untuk menjawab kendala keterbatasan tenaga kerja serta tingginya biaya operasional lapangan. Peserta dapat melihat langsung perbandingan hasil antara metode pengelolaan konvensional dengan sistem berbasis data akurat.

Inovasi Teknologi Berbasis Data

Sesi teknis akan mengupas secara mendalam berbagai perangkat keras maupun perangkat lunak yang kini menjadi standar baru di industri global. Penggunaan sensor tanah dan cuaca menjadi bagian penting dalam perencanaan jadwal pemupukan yang presisi.

Beberapa perangkat teknologi unggulan yang menjadi fokus pembahasan meliputi:

  • Penggunaan drone untuk sistem penyemprotan pupuk cair dan pemetaan kesehatan tanaman.
  • Implementasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menghitung jumlah pohon dan prediksi panen.
  • Pemanfaatan sistem informasi geografis atau Geographic Information System (GIS) untuk pemantauan batas konsesi.
  • Integrasi navigasi satelit pada armada angkut buah guna mengoptimalkan logistik lapangan.

Modernisasi ini memungkinkan manajer kebun memantau seluruh aktivitas operasional melalui dasbor digital secara waktu nyata. Kecepatan akses data membantu pimpinan unit dalam mengambil keputusan strategis guna meminimalkan risiko kerugian produksi di lapangan.

Efisiensi Biaya dan Pemeliharaan

HASI 2026 juga menyajikan data riset mengenai penghematan penggunaan input material melalui aplikasi teknologi presisi. Praktisi akan mempelajari cara menekan pemborosan pupuk serta bahan kimia melalui pemetaan sebaran hara yang lebih mendalam.

Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) selaku penyelenggara menyediakan sesi simulasi penggunaan perangkat lunak manajemen kebun. Platform ini mengintegrasikan laporan kerja harian, kondisi gudang, hingga administrasi upah pekerja dalam satu sistem terpadu.

Bagi praktisi yang ingin memperdalam wawasan mengenai ekosistem digital ini, panitia menyediakan struktur biaya pendaftaran peserta:

  • Early Bird: Rp 1.850.000 (Berlaku hingga 31 Desember 2025).
  • Regular: Rp 2.750.000 (1 Januari – 28 Februari 2026).
  • Late: Rp 3.500.000 (1 Maret – 20 April 2026).

Registrasi dapat dilakukan melalui saluran komunikasi resmi Hai Sawit Indonesia (HSI) sebelum kuota peserta terpenuhi. HASI 2026 memberikan akses eksklusif bagi praktisi untuk berkonsultasi langsung dengan vendor penyedia solusi teknologi perkebunan terkemuka.

Kehadiran pimpinan perusahaan agribisnis besar dalam forum ini memperkuat posisi simposium sebagai referensi utama digitalisasi sawit nasional. Dokumentasi mengenai panduan implementasi Smart Plantation akan dibagikan kepada peserta sebagai rujukan teknis di perusahaan.

Pertemuan diakhiri dengan demonstrasi alat berat otomatis yang mendukung kegiatan pembersihan lahan serta pemeliharaan jalan produksi. Inovasi tersebut mempertegas pergeseran industri sawit menuju era mekanisasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.***


Bagikan :

Artikel Lainnya