Jerman Basis Terbesar RSPO di Eropa, Kini Gandeng FONAP Perkuat Rantai Pasok

RSPO dan FONAP resmi menjalin keanggotaan timbal balik guna memperkuat rantai pasok minyak sawit berkelanjutan. Kerja sama ini mengokohkan posisi Jerman sebagai basis anggota RSPO terbesar di wilayah Eropa saat ini.

BERITA

Arsad Ddin

18 Januari 2026
Bagikan :

Sascha Tischer, Wakil Ketua Dewan FONAP dan Joseph (JD) D'Cruz, CEO RSPO. (Foto: rspo.org)

Berlin, HAISAWIT – Meja Bundar tentang Minyak Sawit Berkelanjutan atau Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Forum Nachhaltiges Palmöl eV (FONAP) resmi menjalin keanggotaan timbal balik guna memperkuat rantai pasok global.

Langkah strategis ini mengukuhkan posisi Jerman sebagai pasar utama kelapa sawit berkelanjutan. Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan produksi dan konsumsi minyak sawit yang memenuhi standar lingkungan di tingkat internasional.

Kepala Akun Utama Global dan Transformasi Pasar RSPO untuk Eropa, Francesca Morgante menjelaskan, perubahan regulasi saat ini menuntut pengadaan komoditas yang lebih bertanggung jawab serta dukungan nyata bagi para petani.

“Seiring dengan perkembangan persyaratan regulasi, pengadaan minyak sawit, minyak inti sawit, dan turunannya secara berkelanjutan menjadi semakin penting, di samping dukungan berkelanjutan bagi petani kecil," ujar Francesca Morgante, dikutip dari laman resmi RSPO, Minggu (11/01/2026).

Morgante menambahkan bahwa bergabungnya RSPO sebagai anggota FONAP akan memberikan kontribusi aktif pada kelompok kerja tematik. Sinergi ini akan mempermudah perusahaan dalam mengelola rantai pasok yang lebih hijau.

"Oleh karena itu, RSPO senang bergabung dengan FONAP sebagai anggota dan berharap dapat semakin memperkuat kerja sama untuk mendukung perusahaan dan memajukan rantai pasokan minyak sawit berkelanjutan,” kata Morgante menambahkan.

Jerman saat ini tercatat sebagai basis keanggotaan RSPO terbesar di seluruh wilayah Eropa. Kekuatan pasar negara tersebut didukung oleh data sertifikasi yang sangat signifikan dalam industri kelapa sawit dunia.

  • Jerman memiliki lebih dari 400 anggota aktif dalam organisasi RSPO.
  • Terdapat 623 fasilitas rantai pasok yang telah mengantongi sertifikasi resmi RSPO.
  • Pemangku kepentingan Jerman secara rutin memberikan masukan strategis bagi pengembangan standar keberlanjutan global.

Wakil Ketua Dewan FONAP, Sascha Tischer menyatakan bahwa keanggotaan timbal balik ini membuka babak baru bagi kedua organisasi. Kolaborasi erat sangat dibutuhkan untuk menghadapi risiko ekologi dan tantangan perubahan iklim.

“Keanggotaan timbal balik FONAP dan RSPO akan memungkinkan kami untuk membuka babak baru dalam kerja sama kami dan bekerja sama untuk memperkuat rantai pasokan minyak sawit yang berkelanjutan dan tangguh. Mengingat meningkatnya tantangan global, termasuk meningkatnya risiko ekologis seperti perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hari, kita membutuhkan kerja sama yang lebih besar dari sebelumnya. Oleh karena itu, kami menyambut keanggotaan RSPO dan berharap dapat bekerja sama dalam mengatasi masalah-masalah yang ada dan menangani inisiatif-inisiatif baru,” ungkap Sascha Tischer.

Sebagai anggota biasa, FONAP kini memiliki hak suara dalam Majelis Umum RSPO. Organisasi asal Berlin ini juga berkesempatan bergabung dalam komite RSPO sebagai perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan.

Pertemuan Anggota RSPO Eropa selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Hamburg, Jerman, Kamis (22/01/2026). Forum tersebut akan berfokus membahas dampak sosial dalam rantai pasok serta peluang regulasi minyak sawit ke depan.***

Bagikan :

Artikel Lainnya