
(Foto: agro.kemenperin.go.id)
Jakarta, HAISAWIT - Kementerian Perindustrian menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam mencetak sumber daya manusia kompeten bagi industri kelapa sawit. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung produktivitas dan daya saing sektor industri nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja perlu diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan. Hal itu diharapkan mampu menjawab tantangan sektor industri di masa mendatang.
“Kami mendukung pengembangan SDM industri yang berkualitas sehingga dapat memberikan inovasi serta memacu kinerja sektor industri nasional,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta (19/9/2025), dikutip dari laman Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin, Rabu (24/9/2025).
Sejalan dengan program pembangunan nasional, pendidikan vokasi industri terus digulirkan. Program ini juga menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045 yang menekankan pada pembangunan manusia, hilirisasi, dan penguatan struktur industri.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, dalam kesempatan lain menyampaikan bahwa kualitas tenaga kerja berpengaruh langsung terhadap kelancaran rantai pasok industri, terutama pada sektor pengolahan hasil perkebunan.
“SDM yang berkompeten merupakan kunci dalam menjaga kelancaran rantai pasok industri, terutama pada industri pengolahan hasil perkebunan yang memiliki cakupan proses bisnis yang luas, dari hulu ke hilir,” kata Putu.
Ia menambahkan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi strategi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja sawit. Melalui jalur ini, tenaga kerja dipersiapkan agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan industri yang semakin beragam.
“Pendidikan vokasi menjadi langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja bagi industri kelapa sawit yang berkualitas dan sesuai kebutuhan industri,” ungkap Putu.
Dalam pelaksanaannya, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berperan menyediakan program beasiswa sawit. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan puluhan perguruan tinggi mitra dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejak digulirkan, beasiswa sawit telah mencakup ribuan mahasiswa pada jenjang Diploma hingga Strata 1. Program ini tidak hanya membebaskan biaya kuliah, tetapi juga memberikan fasilitas pendukung seperti biaya hidup, buku, hingga sertifikasi.
Selain itu, sektor industri agro yang mencakup kelapa sawit, kakao, dan kelapa tercatat memberikan kontribusi luas. Sektor ini tidak hanya menghasilkan nilai tambah, tetapi juga membuka peluang investasi dan penciptaan lapangan kerja berkualitas di tingkat nasional.***